Emas Sentuh Terendah 6 Pekan, The Fed Hawkish Tekan Harga
Harga emas turun ke sekitar US$4.750/ons pada Kamis, melemah untuk tujuh sesi beruntun dan menyentuh level terendah hampir enam pekan. Tekanan utama datang dari prospek The Fed yang lebih hawkish, yang mengurangi daya tarik emas sebagai aset tanpa imbal hasil.
The Fed mempertahankan suku bunga sesuai ekspektasi, tetapi menekankan dampak ekonomi konflik Iran masih tidak pasti dan menyoroti risiko kenaikan inflasi yang masih bertahan. Pembuat kebijakan memberi sinyal pemangkasan suku bunga akan ditahan sampai ada bukti yang lebih jelas bahwa tekanan harga mereda, meski proyeksi The Fed masih menunjukkan satu kali pemangkasan tahun ini.
Dari sisi geopolitik, tensi meningkat setelah Iran meluncurkan serangan rudal ke lokasi di Qatar yang menampung fasilitas LNG terbesar dunia, menyusul serangan Israel terhadap ladang gas South Pars milik Iran. Eskalasi ini mendukung permintaan safe-haven, tetapi sekaligus mendorong harga minyak naik, yang kembali menghidupkan kekhawatiran inflasi dan memperkuat sikap hati-hati pasar terhadap pelonggaran kebijakan.
Emas masih tercatat naik sekitar 12% year-to-date, namun momentumnya melemah seiring ekspektasi rate cut memudar. Sebagian tekanan juga datang dari aksi jual untuk memenuhi margin call, yang kerap muncul saat volatilitas lintas aset meningkat.
Dampak & yang perlu dipantau
USD & yield: nada hawkish menjaga yield dan dolar tetap kuat, biasanya menjadi rem utama bagi emas.
Minyak & inflasi energi: minyak yang naik bisa memperpanjang risiko inflasi dan menahan peluang rate cut.
Geopolitik: eskalasi dapat memicu bid safe-haven, tetapi efeknya bisa “kalah” jika yield terus naik.
Likuiditas/margin: jika margin calls berlanjut, emas bisa tetap volatil walau ada demand haven.(CP)
Sumber: Newsmaker.id