• Tue, May 5, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

5 May 2026 03:18  |

Dolar Naik Moderat, Fokus Beralih ke RBA dan Potensi Intervensi Jepang

Dolar AS menguat terhadap euro pada hari Senin (4/5) seiring konflik Timur Tengah menjaga sentimen tetap rapuh dan menopang permintaan aset aman. Indeks dolar naik 0,2% ke 98,404, bertahan ditopang belum adanya solusi yang jelas untuk konflik yang memicu volatilitas sejak serangan AS ke Iran pada awal Maret.

Pasar sempat dihadapkan pada laporan kantor berita Iran Fars yang menyebut dua rudal menghantam kapal perang AS di dekat Jask, Teluk Oman, setelah kapal tersebut mengabaikan peringatan Iran terkait Selat Hormuz. Komando Pusat AS membantah laporan itu. Militer AS menyatakan dua kapal perusak berpemandu rudal masuk ke Teluk untuk mematahkan blokade Iran dan dua kapal dagang AS telah melintasi Selat Hormuz.

Euro melemah 0,2% ke US$1,1694, dengan perhatian juga mengarah ke isu dagang AS–Eropa setelah Trump menyatakan akan menaikkan tarif mobil dan truk dari UE menjadi 25%. Pemerintah Jerman menyebut Berlin berkoordinasi dengan Komisi Eropa di tengah pembicaraan dengan Washington, sementara Kanselir Friedrich Merz berupaya meredakan persepsi retaknya hubungan dengan Trump setelah AS mengumumkan rencana pengurangan pasukan dari Jerman.

Di Asia, yen sempat menguat hingga 0,75% ke 155,69 per dolar sebelum bergerak terbatas, membuat USD/JPY tercatat turun 0,06%. Pergerakan ini kembali memicu spekulasi intervensi, setelah sumber Reuters menyebut Jepang membeli yen untuk pertama kalinya dalam dua tahun. Data pasar uang pada Jumat menunjukkan belanja intervensi bisa mencapai 5,48 triliun yen (sekitar US$35 miliar).

Poundsterling turun 0,3% ke US$1,35365, sementara dolar Australia melemah 0,4% ke US$0,7174 menjelang keputusan Reserve Bank of Australia pada Selasa. Mayoritas analis memperkirakan kenaikan cash rate ke 4,35%, sehingga arah AUD dan dolar secara umum akan tetap sensitif terhadap kombinasi headline Hormuz, potensi langkah otoritas Jepang, serta keluaran rapat RBA.(Arl)*

Sumber: Newsmaker.id

Related News

US DOLLAR

Dollar Sedikit Melemah Setelah Pulih

Dolar memangkas kenaikan hari Senin (12/05), dengan para pedagang tidak yakin bahwa lonjakannya baru-baru ini di balik mereda...

13 May 2025 15:52
US DOLLAR

Dolar Nunggu Sinyal The Fed

Indeks dolar (DXY) bergerak stabil di atas 98 pada Rabu, tapi masih bertahan dekat level terendah dalam lebih dari dua bulan....

17 December 2025 09:14
US DOLLAR

Dolar AS Tutup Tahun Terbaik Sejak 2015 dengan Bias Bullish

Dolar membukukan penurunan moderat pada hari terakhir tahun ini, yang terbaik dalam hampir satu dekade, karena opsi jangka pa...

31 December 2024 17:05
US DOLLAR

Dolar Terus Turun

Indeks dolar jatuh ke 100,3 pada hari Rabu (14/5), semakin merosot dari level tertinggi satu bulan yang dicapai pada hari Sen...

14 May 2025 17:16
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai