• Mon, Mar 16, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

16 March 2026 09:16  |

Kenapa Emas Melemah Saat Konflik Memanas? Ini Pemicunya!

Harga emas melemah dan turun kembali ke bawah level psikologis $5.000 per troy ounce pada perdagangan Asia, Senin (16/3), di tengah meningkatnya kekhawatiran inflasi yang dipicu lonjakan harga energi akibat perang AS-Israel dengan Iran. Ketegangan belum menunjukkan tanda mereda, membuat pasar menilai risiko inflasi masih “menempel” lebih lama dari perkiraan sebelumnya.

Spot gold turun 0,5% ke $4.967,21 per ounce. Pelemahan terjadi ketika pelaku pasar mulai lebih berhati-hati menjelang rapat kebijakan Federal Reserve pekan ini, di tengah kekhawatiran bank sentral bisa mempertahankan nada hawkish jika inflasi tetap tinggi.

Fokus pasar tertuju pada minyak yang masih bertahan di atas $100 per barel, meski memangkas sebagian kenaikan setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan pembicaraan koalisi untuk membuka kembali jalur pelayaran utama yang diblokir Iran masih berlangsung. Namun klaim Trump soal akhir perang yang “sudah dekat” disebut terus ditolak oleh Teheran.

Alih-alih mendapat dorongan penuh sebagai aset lindung nilai, emas justru relatif tertahan sejak konflik memanas. Pasar menilai, jika harga energi yang tinggi memperpanjang tekanan inflasi, maka suku bunga berpotensi bertahan tinggi lebih lama, sehingga daya tarik emas yang tidak memberikan imbal hasil ikut tertekan. ANZ mencatat emas juga “tertinggal” karena penguatan dolar AS, kenaikan imbal hasil, serta ketidakpastian arah kebijakan The Fed. ANZ juga menyinggung adanya aksi likuidasi untuk memenuhi margin call yang ikut menambah tekanan pada harga emas.

Meski begitu, ANZ menilai skenario dasar emas sebagai aset perlindungan terhadap ketidakpastian geopolitik masih tetap ada, terutama jika ketegangan meningkat atau volatilitas pasar kembali naik.

Di pasar logam lainnya, pergerakan cenderung beragam seiring dolar yang tetap kuat. Perak turun 1,8% ke $79,1805 per ounce, sementara platinum naik tipis 0,2% ke $2.031,43 per ounce.

Pelaku pasar kini menunggu dua pemicu utama: perkembangan konflik dan dampaknya terhadap harga energi, serta sinyal terbaru The Fed mengenai risiko inflasi dan arah suku bunga ke depan.

Sumber: Newsmaker.id

Related News

GOLD

Harga Emas Melemah, Pasar Tunggu Keputusan The Fed

Harga emas dunia (XAU/USD) bergerak melemah di sekitar $3.335 per ons pada awal sesi Eropa hari Senin, setelah sempat mencoba...

28 July 2025 16:23
GOLD

Setelah Melambung, Emas Kini Terancam Tenggelam?

Harga emas batangan bergerak melemah dan diperkirakan mencatat kerugian mingguan kedua berturut-turut setelah pasar global me...

27 June 2025 12:22
GOLD

Di Tengah Pasar Sepi, Emas Melemah Tajam, Ada Apa?

Harga emas melemah sekitar 1,5% pada sesi Asia hari ini, meskipun aktivitas pasar regional cenderung terbatas karena libur Ta...

16 February 2026 12:41
GOLD

Bitcoin Jebol, Emas Kena Getahnya

Emas melemah di awal sesi Asia Kamis, ikut terseret gelombang jual yang bermula dari pasar kripto. Spot gold turun ke kisaran...

6 February 2026 07:16
BIAS23.com NM23 Ai