• Mon, Mar 9, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

9 March 2026 11:16  |

Emas Turun Lonjakan Minyak Dorong Kekhawatiran Suku Bunga

Harga emas melemah, tertekan penguatan dolar AS dan meningkatnya kekhawatiran suku bunga bertahan tinggi, di tengah perang Timur Tengah yang memasuki pekan kedua dan lonjakan harga minyak mendekati US$120 per barel. Emas sempat jatuh hingga 3% ke sekitar US$5.015 per ons sebelum memangkas sebagian penurunan, setelah mencatat penurunan mingguan pertama dalam lebih dari sebulan. Pada pukul 11:59 di Singapura, emas spot turun 1,6% ke US$5.091,06 per ons, sementara indeks dolar naik sekitar 0,6% setelah menguat 1,3% pada pekan sebelumnya.

Lonjakan harga energi memperkuat transmisi ke pasar keuangan melalui ekspektasi inflasi. Ketika minyak naik dan risiko inflasi AS meningkat, pasar cenderung menilai Federal Reserve akan menahan suku bunga lebih lama, bahkan membuka peluang kenaikan. Suku bunga yang lebih tinggi serta dolar yang lebih kuat biasanya menjadi hambatan bagi emas karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil. Sejumlah pelaku pasar juga menjadikan emas sebagai sumber likuiditas saat terjadi penurunan tajam di pasar saham global, sehingga tekanan jual dapat muncul meski ketidakpastian geopolitik meningkat.

Di sisi geopolitik, konflik disebut telah memasuki hari ke-10 dengan eskalasi yang menyasar infrastruktur energi dan gangguan pengiriman melalui Selat Hormuz, jalur yang biasanya menangani sekitar seperlima minyak dunia. Produsen minyak dan gas di kawasan Teluk Persia dilaporkan mengurangi produksi, memperketat pasokan dan mendorong reli minyak. Dalam konteks ini, penguatan dolar menjadi faktor dominan yang menekan emas, seiring investor memposisikan diri menghadapi risiko inflasi dan arah kebijakan The Fed.

Meski volatilitas meningkat dan momentum naik tertahan, emas masih mencatat kenaikan sekitar 18% sejak awal tahun. Dukungan struktural tetap datang dari perubahan besar kebijakan perdagangan dan geopolitik AS, serta pembelian emas oleh bank sentral, termasuk Bank Rakyat China yang menambah kepemilikan pada Februari dan memperpanjang tren pembelian menjadi 16 bulan. Sejumlah analis menilai resolusi konflik yang cepat berpotensi melemahkan dolar dan mengangkat emas, sementara konflik berkepanjangan cenderung menjaga dolar dan imbal hasil obligasi tetap tinggi karena antisipasi inflasi.

Di pasar logam lain, perak turun 1,7% ke US$83,11, platinum melemah 2,2%, dan paladium turun 0,8%. Ke depan, pergerakan emas akan sensitif terhadap tiga variabel: arah harga minyak dan inflasi, perubahan ekspektasi suku bunga AS, serta perkembangan konflik yang memengaruhi permintaan safe-haven dan kebutuhan likuiditas pelaku pasar.(alg)

Sumber: Newsmaker.id

Related News

GOLD

Harga Emas Melemah, Pasar Tunggu Keputusan The Fed

Harga emas dunia (XAU/USD) bergerak melemah di sekitar $3.335 per ons pada awal sesi Eropa hari Senin, setelah sempat mencoba...

28 July 2025 16:23
GOLD

Setelah Melambung, Emas Kini Terancam Tenggelam?

Harga emas batangan bergerak melemah dan diperkirakan mencatat kerugian mingguan kedua berturut-turut setelah pasar global me...

27 June 2025 12:22
GOLD

Di Tengah Pasar Sepi, Emas Melemah Tajam, Ada Apa?

Harga emas melemah sekitar 1,5% pada sesi Asia hari ini, meskipun aktivitas pasar regional cenderung terbatas karena libur Ta...

16 February 2026 12:41
GOLD

Bitcoin Jebol, Emas Kena Getahnya

Emas melemah di awal sesi Asia Kamis, ikut terseret gelombang jual yang bermula dari pasar kripto. Spot gold turun ke kisaran...

6 February 2026 07:16
BIAS23.com NM23 Ai