Emas Tembus $5.200, Kekalahan Tarif Trump Guncang Pasar
Harga emas menguat setelah mencatat kenaikan selama tiga minggu berturut-turut, didorong meningkatnya ketidakpastian kebijakan dagang AS yang mengguncang sentimen pasar dan menekan dolar. Kondisi ini membuat investor kembali mencari aset defensif, sementara pelemahan dolar ikut memperbesar daya tarik emas bagi pembeli global.
Pada perdagangan terbaru, emas batangan sempat naik hingga 2,2% dan menembus $5.200 per ons. Penguatan terjadi setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan akan menerapkan tarif global 15%, menyusul putusan Mahkamah Agung yang menolak penggunaan kewenangan daruratnya untuk memberlakukan bea masuk. Dolar yang melemah membuat harga emas lebih “murah” bagi banyak pembeli di luar AS.
Putusan pengadilan ini juga dinilai berpotensi berdampak pada defisit fiskal AS karena penerimaan tarif terancam berkurang, sekaligus memengaruhi neraca perdagangan. Sementara itu, tarif 15% yang diumumkan Gedung Putih diposisikan sebagai pengganti tarif yang dibatalkan pengadilan, namun masa berlakunya disebut terbatas—maksimal 150 hari—dan hanya bisa digunakan dalam kondisi tertentu.
Reli emas belakangan ini membantu harga pulih setelah sempat terkoreksi tajam di awal bulan. Penguatan tetap ditopang faktor jangka panjang seperti meningkatnya ketegangan geopolitik serta kehati-hatian investor terhadap obligasi pemerintah dan mata uang utama. Namun, analis memperingatkan volatilitas masih tinggi dalam jangka pendek karena arah kebijakan tarif AS masih berubah-ubah dan situasi Iran belum stabil.
Dampak putusan Mahkamah Agung juga menimbulkan keraguan atas sejumlah kesepakatan dagang AS dengan mitra utama. Uni Eropa disebut siap membekukan proses ratifikasi perjanjian dengan Washington sampai ada kejelasan lebih lanjut. India menunda agenda perjalanan ke AS, sementara politisi Jepang menyebut situasinya sebagai “benar-benar berantakan”, mempertegas ketidakpastian yang masih membebani pasar.
Dari sisi posisi pasar, penguatan emas terjadi ketika posisi beli bersih (net-long) di kontrak berjangka emas justru turun ke level terendah hampir setahun, memberi sinyal masih ada ruang penambahan posisi jika sentimen defensif berlanjut. Pada pukul 15:04 waktu New York, emas naik 2,2% ke $5.221,78/ons. Indeks dolar Bloomberg turun 0,09%. Perak melonjak 3,8% ke $87,80, platinum melemah tipis, sementara paladium menguat.(mrv)
Sumber : Newsmaker.id