Emas Naik, Ketidakpastian Tarif Trump Guncang Pasar
Harga emas menguat setelah mencatat tiga pekan kenaikan berturut-turut, seiring meningkatnya kebijakan dagang AS yang menekan dolar. Emas batangan sempat naik hingga sekitar $5.180/oz, terbantu pelemahan greenback yang membuat emas lebih “murah” bagi pembeli di luar AS.
Pemicu utama datang dari manuver tarif Presiden Donald Trump. Setelah Mahkamah Agung AS menolak penggunaan darurat untuk tarif, Trump baru saja mengumumkan tarif global 15%. Putusan pengadilan itu juga membuat pasar meragukan ketahanan kesepakatan dagang AS: pejabat perdagangan Parlemen Eropa termasuk ingin menunda ratifikasi kesepakatan, India menunda agenda ke AS, dan memecah-belah Jepang yang menyebut masalah “semrawut”.
Reli emas ini membantu pemulihan setelah sempat terkoreksi tajam di awal bulan yang menyeret harga turun dari rekor. Tren kenaikan masih ditopang faktor struktural: tensi geopolitik, kehati-hatian investor terhadap obligasi pemerintah, dan meningkatnya keraguan pada mata uang utama.
Meski begitu, penilaian volatilitas pasar tetap tinggi. Selain drama tarif, risiko geopolitik Timur Tengah ikut jadi katalis: AS–Iran masih bingung soal program nuklir, tetapi AS juga memperkuat kehadiran militernya di kawasan sehingga memicu eskalasi kekhawatiran. Pada perdagangan Senin, emas naik sekitar 1,3% di $5.174,75/oz; dolar Bloomberg turun 0,2%, sementara perak melonjak 3,4% menjadi $87,53 dan logam mulia lainnya ikut menguat.(asd)
Sumber : Newsmaker.id