Emas Makin Terdorong di Atas $5.000
Emas kembali menguat dan makin menjauh dari level psikologis $5.000 pada Jumat (20/2), meski pergerakannya sepanjang pekan ini tetap terasa “naik-turun”. Kontrak berjangka emas naik $43 (0,9%) ke $5.040 per ons, mempertegas upaya pemulihan di atas level yang jadi perhatian besar pasar.
Namun, performa mingguan emas masih belum meyakinkan. Sepanjang pekan ini, emas tercatat turun sekitar $9,50, sehingga berpotensi memutus tren kenaikan dua pekan beruntun. Jika benar terjadi, ini akan menjadi pelemahan mingguan terbesar sejak pekan yang berakhir 30 Januari saat emas sempat jatuh 4,7%.
Sementara emas masih tarik-ulur, perak tampil lebih kuat. Harga perak melonjak 3,7% ke $80,52 per ons. Secara mingguan, perak naik sekitar $2,30 (2,9%) ke area $80,26, memperpanjang kenaikan untuk dua pekan berturut-turut dan berpotensi menjadi kenaikan mingguan terbaik sejak pekan 23 Januari (ketika perak sempat melonjak 14,45%).
Analis Commerzbank, Thu Lan Nguyen, menilai emas dan perak saat ini masih berada jauh di bawah puncak Januari, tetapi risiko eskalasi konflik AS–Iran berpotensi memberi dukungan fundamental. Pasar juga mencermati laporan bahwa AS mempertimbangkan serangan terbatas untuk menekan Iran agar mencapai kesepakatan nuklir.
Di sisi geopolitik lain, pembicaraan antara Ukraina dan Rusia sejauh ini belum menunjukkan kemajuan berarti menuju perdamaian. Kondisi ini menjaga sentimen safe haven tetap hidup, sehingga emas dinilai masih punya bantalan dukungan meski kenaikannya tidak selalu mulus.
Meski begitu, ada juga pandangan bahwa isu AS–Iran belum cukup kuat untuk mendorong emas langsung kembali reli besar. Analis Trade Nation, David Morrison, menyebut emas mungkin perlu konsolidasi lebih lama agar indikator momentum seperti MACD kembali netral. Ia bahkan mengingatkan skenario bahwa area puncak sebelumnya bisa menjadi batas atas sementara—sementara pasar logam juga cenderung lebih sepi karena libur Tahun Baru Imlek yang membuat partisipasi trader Asia berkurang.
5 inti di bawahnya
Emas naik 0,9% ke $5.040, makin jauh di atas $5.000.
Namun secara mingguan emas masih turun ~$9,50 dan berpotensi putus tren naik 2 pekan.
Perak lebih kuat: naik 3,7% ke $80,52 dan mingguan +2,9%.
Risiko eskalasi AS–Iran (termasuk wacana serangan terbatas) menopang safe haven.
Sebagian analis menilai emas masih butuh konsolidasi sebelum reli berikutnya; pasar juga lebih sepi karena libur Imlek.(yds)
Sumber: newsmaker.id