Emas Bertahan di Atas $5.000, Pasar Nunggu Data AS
Harga emas (XAU/USD) masih menjaga bias positif untuk hari ketiga berturut-turut pada Jumat (20/2), dan bertahan di atas area psikologis $5.000. Namun, kenaikannya belum benar-benar “lanjut ngebut” karena pasar menilai dorongan fundamental saat ini masih campuran.
Pelaku pasar cenderung menahan posisi dan menunggu dua rilis data penting dari AS: Advance Q4 GDP dan PCE Price Index. Kedua data ini berpotensi jadi pemicu utama karena bisa mengubah ekspektasi pasar tentang kapan dan seberapa besar pemangkasan suku bunga The Fed.
Dari sisi geopolitik, sentimen safe haven tetap hidup. Presiden AS Donald Trump memberi peringatan bahwa Iran harus mencapai kesepakatan nuklir dalam 10–15 hari, atau menghadapi konsekuensi. Iran merespons bahwa mereka tidak mencari perang, tetapi tidak akan mentolerir agresi militer dan menyatakan basis/aset pihak yang menyerang bisa menjadi target bila terjadi serangan.
Ketegangan ini meningkatkan risiko konfrontasi militer dan konflik yang lebih luas di Timur Tengah, sehingga menjaga minat pasar pada emas sebagai aset lindung nilai. Faktor ini yang membantu emas tetap stabil di area tinggi, meski pelaku pasar tidak sepenuhnya agresif menambah posisi.
Di sisi lain, faktor yang menahan emas datang dari kebijakan moneter AS. Risalah rapat FOMC Januari menunjukkan The Fed belum terburu-buru memangkas suku bunga, bahkan membahas kemungkinan kenaikan suku bunga jika inflasi tidak mendingin.
Selain itu, data terbaru mengindikasikan pasar tenaga kerja AS masih kuat, ditambah komentar pejabat The Fed yang cenderung hawkish. Kombinasi ini membuat ekspektasi cut rate yang agresif mulai dikurangi, mendorong dolar AS ke level tertinggi sejak 23 Januari—dan pada akhirnya membatasi ruang naik emas, sehingga bulls perlu ekstra hati-hati.
5 inti di bawahnya
Emas masih positif hari ketiga dan bertahan di atas $5.000, tapi kenaikan terbatas.
Pasar menunggu Advance Q4 GDP dan PCE untuk arah baru.
Data AS itu akan memengaruhi ekspektasi jalur cut rate The Fed, yang berdampak ke USD dan emas.
Ketegangan AS–Iran menjaga permintaan safe haven, jadi penopang emas.
USD menguat (ekspektasi cut rate berkurang + sinyal hawkish The Fed) sehingga membatasi kenaikan emas.
Sumber: Newsmaker.id