Emas Berhenti Lari, Fokus Beralih ke Suku Bunga
Emas bergerak stabil setelah sempat melonjak sekitar 2% pada hari Rabu, di tengah perdagangan Asia yang cenderung sepi karena sebagian pasar tutup libur Tahun Baru Imlek. Fokus pelaku pasar kini mengarah pada langkah Federal Reserve (The Fed) berikutnya soal suku bunga.
Di awal perdagangan, harga emas batangan berada di kisaran $4.975 per ons. Permintaan beli muncul pada sesi sebelumnya, setelah emas sempat turun selama dua hari, memicu aksi “buy the dip” dari sebagian trader.
Namun pergerakan emas masih terasa berombak sejak terjadi gejolak besar di awal bulan. Guncangan itu sempat menarik harga emas turun dari rekor tertingginya yang pernah menembus di atas $5.595 per ons, sehingga pasar menjadi lebih sensitif terhadap berita dan data.
Sorotan utama datang dari risalah rapat The Fed (risalah FOMC) yang menunjukkan sejumlah pejabat terlihat lebih berhati-hati untuk segera memangkas suku bunga. Situasi ini berpotensi memunculkan dinamika politik baru, karena Donald Trump sering menyuarakan dukungan pada suku bunga lebih rendah—yang biasanya menjadi angin segar bagi emas karena emas tidak memberi imbal hasil bunga.
Sementara itu, dolar AS menguat setelah data ekonomi menunjukkan kondisi yang masih tangguh. Produksi industri AS naik paling besar dalam hampir setahun, dan pesanan “barang modal inti” juga meningkat lebih kuat dari perkiraan, mendorong indeks dolar Bloomberg naik sekitar 0,5% pada hari Rabu.
Ke depan, sejumlah bank besar masih menilai tren emas kembali naik, mendorong isu independensi The Fed, pergeseran minat investor dari mata uang/obligasi, serta ketegangan geopolitik. Pasar juga mengikuti perkembangan Timur Tengah, termasuk perbincangan AS–Iran yang belum menghasilkan terobosan, yang bisa kembali mengangkat permintaan aset aman.(asd)
Sumber: Newsmaker.id