Emas Stabil, Dolar Kuat Batasi Kenaikan
Emas (XAU/USD) menguat pada Rabu(18/2) setelah sempat merosot ke level terendah hampir dua pekan di $4.842 pada sesi sebelumnya. Masuknya pembeli yang memanfaatkan harga rendah (buy the dip) membantu membatasi tekanan jual, sehingga koreksi terlihat relatif dangkal. Hingga penulisan, XAU/USD diperdagangkan di sekitar $4.915, naik hampir 0,75% pada hari itu.
Meski rebound, prospek jangka pendek emas masih cenderung sedikit bearish. Meredanya risiko geopolitik—seiring sinyal kemajuan pembicaraan nuklir AS–Iran di Jenewa dan upaya yang dipimpin AS terkait konflik Rusia–Ukraina—membatasi permintaan safe haven dan menahan momentum kenaikan emas.
Dari sisi makro, penguatan dolar AS dan pergerakan yield yang lebih tinggi tetap menjadi hambatan utama. Data tenaga kerja AS yang masih tangguh membuat pasar menahan ekspektasi pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat, meski inflasi yang lebih moderat menjaga peluang pelonggaran kebijakan pada paruh kedua tahun ini tetap terbuka. Pernyataan pejabat The Fed juga bernada hati-hati, dengan Michael Barr menilai suku bunga perlu tetap restriktif “untuk beberapa waktu” sampai ada bukti lebih jelas inflasi menuju target 2%.
Fokus investor kini mengarah ke agenda data AS, terutama notulen rapat FOMC, lalu PDB kuartal IV dan Core PCE pada Jumat, yang berpotensi memberi arah baru untuk emas. Secara lebih luas, tren naik emas masih dinilai utuh, sehingga pergerakan saat ini lebih dipandang sebagai fase konsolidasi ketimbang perubahan struktural pada momentum bullish.(alg)
Sumber: Newsmaker.id