Emas Rebound Pasca Anjlok Tajam; Dekati Level $5.000/ons
Harga emas berbalik menguat pada Selasa (3/2), sementara perak dan platinum juga naik, setelah logam mulia tampaknya mulai menemukan “level” barunya usai dua hari mengalami penurunan yang sangat besar
Emas Pulih Setelah Terjun dari Rekor Tertinggi
Harga emas sempat anjlok hingga sekitar $4.400 per ons pada Senin (2/2), turun hampir $1.200 per ons dari rekor tertinggi yang dicetak pekan lalu.
Logam mulia dihantam aksi ambil untung besar-besaran setelah Presiden AS Donald Trump menominasikan mantan gubernur Federal Reserve, Kevin Warsh, sebagai ketua bank sentral berikutnya.
Meski nominasi itu menghapus salah satu sumber ketidakpastian utama bagi pasar—sehingga mengurangi sebagian permintaan aset safe haven—Warsh juga dinilai sebagai pilihan yang “kurang dovish” (cenderung lebih ketat) dibanding ekspektasi pasar sebelumnya.
Namun, tanda-tanda pemulihan emas sudah terlihat sejak Senin malam, ketika emas spot ditutup jauh di atas level terendah intraday.
“Stabilisasi lanjutan akan ditentukan oleh mentalitas pasar ritel. Permintaan fisik dari sektor ini telah kuat dalam beberapa bulan terakhir dan bisa menjadi latar belakang yang solid untuk menahan tekanan jual dari transaksi leverage di pasar institusi,” tulis analis ANZ dalam catatan, sambil menegaskan bahwa faktor fundamental emas masih tetap kuat.
Analis ANZ menambahkan, “Pembelian emas oleh bank sentral kemungkinan tetap kuat di tengah hubungan internasional yang tegang, sementara kekhawatiran terhadap independensi The Fed dan meningkatnya premi risiko pada aset-aset AS dapat menambah volatilitas yang mendukung permintaan investasi emas hingga 2026.”
Sementara itu, ING menilai risiko penurunan jangka dekat masih ada karena kenaikan sejak awal tahun (year-to-date) hampir sepenuhnya terhapus, dan sebagian investor mungkin masih akan terus mengambil keuntungan. Namun, “selama tidak ada perubahan fundamental yang material, penurunan ini lebih terlihat sebagai koreksi ketimbang awal tren baru. Volatilitas akan tetap tinggi.”(yds)
Sumber: Investing.com