Emas Balik Menguat, Setelah Penurunan Terbesar
Emas mulai memantul setelah dua hari terakhir pasar dihantam koreksi tajam yang memotong reli pemecah rekor. Setelah sempat tertekan hingga total sekitar 13% dalam dua hari, pelaku pasar mulai masuk lagi di harga bawah—dan perak ikut bergerak naik.
Di sesi Asia, emas spot sempat naik hingga 2,2% dan kembali menembus area $4.760/ons. Kenaikan ini datang setelah emas turun hampir 5% pada sesi sebelumnya, memperpanjang kejatuhan Jumat yang menjadi penurunan paling curam dalam lebih dari satu dekade.
Perak juga ikut “bangun”, naik sekitar 3,7% ke atas $82. Sebelumnya, logam putih ini sempat jatuh sekitar 7% pada Senin dan bahkan mencatat penurunan intraday yang ekstrem pada 30 Januari—menandakan volatilitas masih tinggi dan pasar belum sepenuhnya tenang.
Secara cerita besar, reli bulan lalu memang terlampau panas. Investor memborong emas dan perak karena campuran isu geopolitik, kekhawatiran pelemahan mata uang, serta isu independensi bank sentral. Namun ketika dolar AS pulih dan posisi pasar terlalu padat, aksi ambil untung plus pembongkaran posisi ikut mempercepat koreksi.
Kunci arah berikutnya ada pada respons pembeli Asia—terutama Tiongkok. Minat “buy the dip” disebut muncul jelang musim belanja Tahun Baru Imlek, termasuk di Shenzhen. Pasar Tiongkok juga akan libur lebih dari sepekan mulai 16 Februari, yang bisa memengaruhi likuiditas dan ritme perdagangan.
Pada pukul 07:51 pagi waktu Singapura, emas tercatat naik 2,2% ke $4.763,95/ons, sementara perak naik sekitar 3,6% ke $81,15. Platinum dan paladium ikut menguat. Sementara Bloomberg Dollar Spot Index relatif stabil setelah sesi sebelumnya menguat 0,3%—memberi ruang bagi logam mulia untuk bernapas sejenak.(alg)
Sumber: Newsmaker.id