Euforia Cut Rate! Emas Tembus Puncak 5 Pekan
Emas (XAU/USD) melanjutkan penguatan beruntun untuk sesi perdagangan kedua pada hari Senin (1/12), naik lebih dari 0,40% seiring pasar uang memperkirakan (pricing in) kemungkinan pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed) pekan depan.
Sementara itu, pelemahan dolar AS membuat logam mulia ini bertahan kokoh di sekitar $4.240 saat tulisan ini dibuat, setelah menyentuh level tertinggi lima minggu di $4.264.
Emas Tetap Kuat Meski Ada Risiko Pengetatan BOJ dan Melemahnya Permintaan Fisik dari Tiongkok
Arah pergerakan emas masih cenderung naik, namun pengetatan kebijakan bank sentral—khususnya dari Bank of Japan (BoJ) menyusul komentar Gubernur Kazuo Ueda—serta perpecahan pandangan di Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) menjadi risiko utama bagi kelanjutan reli emas. Meski begitu, pekan lalu emas sudah menguat lebih dari 3,75% dan tampak bersiap menguji level $4.300 menjelang akhir tahun.
Dari sisi data, Institute for Supply Management (ISM) melaporkan bahwa aktivitas manufaktur pada November kembali mengalami kontraksi untuk bulan kesembilan berturut-turut. Data ISM juga menunjukkan bahwa harga input meningkat dan pasar tenaga kerja berada dalam kondisi “low-firing, low-hiring” (PHK rendah, perekrutan juga rendah).
Sementara itu, permintaan fisik emas di Tiongkok melemah karena harga yang tinggi, yang menurut laporan Financial Times telah menyebabkan ratusan toko emas tutup.
Menjelang pekan ini, kalender ekonomi AS akan diisi dengan rilis data ADP Employment Change, ISM Services PMI, klaim pengangguran awal (Initial Jobless Claims), serta rilis indikator inflasi favorit The Fed, yaitu Core PCE.(yds)
Sumber: FXStreet.com