• Mon, May 18, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

18 May 2026 13:09  |

Bank Sentral Diprediksi Tambah Emas, Goldman Tetap Target Tinggi

Goldman Sachs memperkirakan bank sentral akan meningkatkan pembelian emas untuk cadangan devisa, yang dinilai dapat membantu pemulihan harga menjelang akhir tahun. Dalam catatan 15 Mei, Goldman memproyeksikan pembelian rata-rata 60 ton per bulan sepanjang tahun 2026, lebih tinggi dari estimasi rata-rata 12 bulan 50 ton pada Maret berdasarkan kerangka perhitungan yang diperbarui.

Menurut Goldman, minat bank sentral terhadap emas tetap kuat dan perkembangan geopolitik belakangan ini berpotensi memperkuat dorongan diversifikasi. Di sisi harga, emas masih kesulitan sejak pecahnya konflik Timur Tengah karena kenaikan biaya energi meningkatkan tekanan inflasi, mendorong pasar menilai ruang pelonggaran kebijakan moneter menjadi lebih sempit.

Kombinasi inflasi energi dan pasokan ikut memicu aksi jual di pasar obligasi global, meningkatkan imbal hasil dan menekan emas yang tidak memberikan imbal hasil. Dalam kerangka transmisi makro, hasil yang lebih tinggi cenderung memperkuat dolar dan meningkatkan “biaya peluang” memegang emas, sehingga menghambat pemulihan dalam jangka pendek.

Meski begitu, Goldman menilai dukungan dari pembelian sektor resmi bisa menjadi bantalan ketika minat investor swasta melemah. Mereka juga mengutip laporan World Gold Council yang mengisyaratkan pembelian bank sentral 244 ton pada kuartal I, naik dari 208 ton pada tiga bulan sebelumnya.

Di pasar, tempat penjualan emas sekitar US$4.530/ons pada Senin, jauh di bawah rekor mendekati US$5.600 pada akhir Januari. Goldman mempertahankan target US$5.400/ons pada akhir tahun, sejalan dengan pandangan bullish dari UBS dan ANZ, namun menekankan kehati-hatian dalam jangka dekat.

Risiko jangka pendek yang dikemukakan Goldman adalah emas dapat menjadi sumber likuiditas ketika investor membutuhkan kas, misalnya saat pasar saham terkoreksi di tengah suku bunga tinggi dan ekspektasi pertumbuhan melemah. Ke depan, pelaku pasar cenderung menyertakan tanda-tanda pembelian bank sentral, arah imbal hasil dan dolar, serta dinamika inflasi energi yang akan menentukan seberapa cepat emas dapat membangun kembali momentum.(asd)

Sumber: Newsmaker.id

Related News

FISCAL

Bessent Sentil BOJ: Tertinggal Hadapi Inflasi

Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan Bank of Japan tertinggal dalam menangani inflasi, dalam sebuah komentar langka y...

14 August 2025 08:26
FISCAL

Pejabat BOJ Beri Sinyal Jeda dalam Kenaikan Suku Bunga untuk...

Gubernur Kazuo Ueda dan seorang kolega memberi sinyal bahwa Bank Jepang akan berhenti sejenak dalam mempertimbangkan kenaikan...

17 April 2025 15:20
FISCAL

BOJ Naikkan Suku Bunga, Tapi Ueda Kasih Sinyal Apa?

Dalam konferensi pers BOJ hari ini (19 Desember 2025), Gubernur Kazuo Ueda menegaskan BOJ menaikkan suku bunga 25 bps menjadi...

19 December 2025 14:38
FISCAL

Bowman Bicara: Fed Mau “Rapihin” Aturan Bank

Event “FOMC Member Bowman Speaks” tidak menghasilkan angka seperti data ekonomi (Actual/Forecast biasanya NA). Karena ini...

8 January 2026 08:22
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai