FOMC April: Perbedaan Pandangan dan Tantangan Baru untuk Ketua Fed Kevin Warsh
Rabu (20/5) ini, pasar keuangan akan menyorot risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC) pada 28-29 April, yang mengungkap perbedaan pandangan paling besar dalam satu generasi mengenai arah suku bunga dan tekanan inflasi. Rapat ini juga menandai berakhirnya kepemimpinan Jerome Powell, menjelang pengangkatan penggantinya, Kevin Warsh, Jumat mendatang.
Minutes rapat akan menampilkan dua kubu berbeda di Fed: satu khawatir bahwa inflasi yang dipicu oleh perang AS-Iran akan terus tinggi, dan satu lagi masih mendukung potensi penurunan suku bunga. Perbedaan ini terlihat dari empat dissenting votes pada rapat April, jumlah dissent tertinggi sejak 1992, yang mencerminkan ketegangan antara menjaga stabilitas harga dan dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi.
Kepemimpinan Warsh akan menjadi ujian bagi Fed. Meskipun ia dikenal terbuka terhadap suku bunga lebih rendah, kondisi pasar saat ini lebih menekankan kebutuhan untuk menahan inflasi. Kenaikan harga minyak akibat konflik Iran telah mendorong inflasi ke level tertinggi sejak beberapa tahun terakhir, sementara pasar tenaga kerja tetap kuat, menurunkan urgensi pemangkasan suku bunga.
Pasar obligasi mencerminkan keyakinan bahwa Fed akan menaikkan suku bunga di masa depan. Yield obligasi 2-tahun AS telah naik dari 3,40% sebelum perang Iran menjadi lebih dari 4,10% saat ini, menandakan ekspektasi kenaikan suku bunga. Sementara itu, sebagian besar ekonom sekarang meragukan adanya pemangkasan suku bunga pada 2026, menunjukkan perubahan sentimen pasar yang signifikan.
FOMC minutes juga akan menyorot bagaimana panduan ke depan (forward guidance) dibahas, khususnya terkait respon Fed terhadap inflasi dan volatilitas pasar. Minutes sebelumnya menunjukkan peningkatan jumlah pembuat kebijakan yang siap menaikkan suku bunga jika inflasi tetap di atas target, memberikan indikasi bahwa Fed akan tetap hawkish.
Dengan Warsh mengambil alih kursi ketua, perhatian pasar akan tertuju pada seberapa cepat ia dapat menavigasi perbedaan pendapat di Fed dan menghadapi tekanan dari Presiden Trump. Minutes FOMC ini menjadi tolok ukur penting bagi investor untuk memahami arah kebijakan moneter AS, risiko inflasi, dan potensi dampaknya terhadap pasar global. (Arl)
Sumber : Newsmaker.id