Schmid: Inflasi Masih Risiko Utama, Minyak Mahal Tekan Daya Beli
Presiden Federal Reserve Kansas City Jeffrey Schmid menegaskan inflasi yang berlanjut tetap menjadi risiko paling mendesak bagi ekonomi AS, dan “jelas” bahwa tekanan harga masih terlalu tinggi. Ia menyampaikan pernyataan itu dalam pidato di konferensi industri perbankan pada Kamis (14/5).
Schmid menilai fundamental ekonomi AS masih solid dan menunjukkan ketahanan yang “luar biasa”, dengan pasar tenaga kerja yang dinilai tetap berfungsi efektif. Namun ia menggarisbawahi bahwa harga minyak yang tinggi tetap menekan daya beli rumah tangga dan menaikkan biaya bagi dunia usaha, meski ekonomi AS kini dianggap lebih kurang rentan terhadap gangguan minyak global dibanding masa lalu.
Dari sisi transmisi ke pasar, minyak mahal berpotensi memperpanjang tekanan inflasi dan mengurangi ruang pelonggaran kebijakan moneter. Dalam konteks suku bunga, inflasi yang “lengket” cenderung mendorong ekspektasi suku bunga bertahan lebih tinggi lebih lama, yang kemudian memengaruhi kondisi finansial dan biaya pendanaan.
Schmid juga mengatakan konsumsi masih menjadi pendorong utama aktivitas ekonomi, dengan kenaikan kekayaan (wealth gains) membuat banyak rumah tangga meningkatkan belanja. Di sisi korporasi, investasi bisnis tetap kuat, terutama pada belanja teknologi dan pembangunan infrastruktur AI.
Untuk stabilitas sistem, Schmid menilai kondisi sektor perbankan secara fundamental masih sehat. Ke depan, pasar akan memantau apakah tekanan inflasi kembali meluas melalui kanal energi dan jasa, serta apakah ketahanan konsumsi dan investasi tetap cukup kuat di tengah biaya energi dan suku bunga yang masih restriktif.(Arl)
Sumber : Newsmaker.id