• Thu, Jun 4, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

12 May 2026 23:50  |

Warsh Dikonfirmasi, The Fed di Persimpangan

Senat AS pada Selasa (12/5) mengonfirmasi Kevin Warsh untuk masa jabatan 14 tahun sebagai gubernur Federal Reserve, sebuah langkah penting yang menempatkannya di jalur untuk menggantikan Jerome Powell sebagai pimpinan bank sentral AS. Konfirmasi itu disahkan dengan suara 51-45, dengan John Fetterman dari Pennsylvania menjadi satu-satunya Demokrat yang bergabung dengan mayoritas Republik.

Senat juga mulai memproses konfirmasi Warsh untuk masa jabatan empat tahun sebagai ketua The Fed melalui pemungutan suara cloture, membuka jalan persetujuan jabatan pimpinan secepatnya Rabu. Masa jabatan Powell sebagai ketua berakhir Jumat (15/5), dan Powell berencana mengambil langkah yang tidak lazim dengan tetap menjadi gubernur setelah masa jabatannya sebagai ketua selesai, dengan alasan adanya rangkaian serangan hukum yang dinilai mengancam independensi kebijakan moneter.

Peralihan kepemimpinan ini terjadi ketika independensi The Fed diuji oleh tekanan dari pemerintahan untuk memberikan pemangkasan suku bunga yang diminta Presiden Donald Trump. Dalam konteks itu, upaya Trump mencakup percobaan pemecatan Gubernur Fed Lisa Cook—kasus yang kini berada di Mahkamah Agung—serta dukungan terhadap penyelidikan Departemen Kehakiman terkait renovasi gedung yang dinilai hakim federal sebagai dalih untuk menekan Powell agar memangkas suku bunga atau mengundurkan diri. Penyelidikan tersebut telah dihentikan, meski jaksa utama di Washington mengatakan dapat membukanya kembali.

Warsh, yang berlatar belakang pengacara, finansier, dan mantan gubernur The Fed, menyatakan akan mendorong “perubahan rezim” di bank sentral. Rencananya mencakup pengetatan koordinasi dengan Departemen Keuangan dan pemerintahan Trump dalam kebijakan non-moneter, serta mengarahkan neraca The Fed menjadi lebih kecil—yang menurutnya dapat membuka ruang untuk suku bunga kebijakan yang lebih rendah.

Dari sisi pasar, kenaikan harga minyak sejak pecahnya perang Iran telah mendorong inflasi dan memangkas ekspektasi pemangkasan suku bunga tahun ini. Pasar keuangan saat ini memperhitungkan peluang sekitar satu banding tiga untuk kenaikan suku bunga pada Desember, sementara target suku bunga The Fed berada di 3,50%–3,75%. Dalam pengambilan keputusan, ketua The Fed memegang satu dari 12 suara di FOMC dan menjadi salah satu dari 19 suara dalam forum kebijakan.

Pertemuan The Fed berikutnya dijadwalkan pada 16–17 Juni, yang kemungkinan menjadi rapat pertama di bawah kepemimpinan Warsh jika proses konfirmasi ketua rampung sesuai jadwal. Pasar akan memantau hasil pemungutan suara untuk jabatan ketua, sikap Warsh terkait koordinasi kebijakan dan neraca, serta implikasi tekanan politik terhadap persepsi independensi The Fed dan arah kebijakan suku bunga. (arl)

Sumber: Newsmaker.id

Related News

FISCAL & MONETARY

Australia Pangkas Suku Bunga Tunai ke Level Terendah 2 Tahun...

Bank Sentral Australia (RBA) memangkas suku bunga tunai sebesar 25bps menjadi 3,85% pada pertemuan bulan Mei, pemangkasan suk...

20 May 2025 12:13
FISCAL & MONETARY

Bank of Japan Main Aman, Pengurangan JGB Bakal Dipangkas?

Bank of Japan (BoJ) diperkirakan akan mempertahankan suku bunga jangka pendek tidak disesuaikan pada 0,5% setelah tinjauan ke...

17 June 2025 08:18
FISCAL & MONETARY

Barkin: Inflasi “Menggembirakan”, Tapi Fed Belum Mau Bur...

Presiden Federal Reserve Richmond, Tom Barkin, menilai data inflasi AS bulan Desember sebagai “menggembirakan”. Namun ia ...

14 January 2026 09:57
FISCAL & MONETARY

Kepala BOJ Berjanji Untuk Meneliti Dampak Tarif AS Dalam Men...

Gubernur Bank of Japan Kazuo Ueda mengatakan pada hari Rabu (9/4) bahwa bank sentral akan menganalisis dengan cermat bagaiman...

9 April 2025 08:28
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai