Goolsbee: Inflasi Meluas, Fed Waspadai Overheating
Presiden Federal Reserve Chicago, Austin Goolsbee, menilai data inflasi terbaru menunjukkan tekanan harga yang meluas di ekonomi AS dan bahkan bisa mengindikasikan gejala overheating. Ia mengatakan Fed perlu mempertimbangkan cara “memutus rantai” inflasi jika komponen inti di luar energi, terutama jasa, mengarah pada tanda-tanda ekonomi yang terlalu panas.
Dalam wawancara dengan NPR pada Selasa, Goolsbee menyoroti komponen non-energi seperti jasa sebagai area yang patut dicermati. Menurutnya, kenaikan inflasi jasa menjadi kekhawatiran utama karena tidak dipengaruhi tarif atau lonjakan harga energi, sehingga lebih mencerminkan tekanan harga yang bersifat mendasar.
Biro Statistik Tenaga Kerja AS melaporkan inflasi naik 3,8% pada April dibandingkan setahun sebelumnya, laju tercepat sejak 2023 di tengah kenaikan harga bensin yang berlanjut akibat perang Iran. Goolsbee menyebut laporan tersebut lebih buruk dari perkiraan dan menegaskan bahwa inflasi jasa yang meningkat memperkuat urgensi penurunan inflasi.
Komentar ini datang setelah para pejabat Fed mempertahankan suku bunga tidak berubah pada pertemuan bulan lalu. Kekhawatiran kebijakan menguat seiring inflasi yang berada di atas target 2% bank sentral selama lima tahun, memperbesar perhatian pada risiko inflasi yang lebih persisten serta implikasinya terhadap arah kebijakan suku bunga.
Pasar akan mencermati apakah tekanan di komponen jasa terus bertahan dan bagaimana perkembangan harga energi memengaruhi inflasi headline. Faktor yang dipantau berikutnya mencakup dinamika inflasi jasa, kondisi pasar energi, dan sinyal kebijakan Fed terkait keseimbangan antara stabilitas harga dan risiko overheating.
5 poin utama
-Goolsbee menilai inflasi menunjukkan tekanan harga yang meluas dan berpotensi mengindikasikan overheating.
-Ia menyoroti inflasi jasa sebagai sinyal penting karena tidak dipicu tarif atau lonjakan energi.
-Inflasi April tercatat 3,8% YoY, tercepat sejak 2023, dengan bensin terdorong perang Iran.
-Goolsbee menyebut data lebih buruk dari perkiraan dan menegaskan kebutuhan menurunkan inflasi.
-Fed menahan suku bunga bulan lalu; kekhawatiran kebijakan naik karena inflasi di atas target 2% selama lima tahun.(gn)
Sumber: Newsmaker.id