The Fed Tetap Waspada, Risiko Inflasi Energi Jadi Sorotan
Federal Reserve masih cenderung berhati-hati melihat arah inflasi Amerika Serikat. Meski data CPI Februari 2026 menunjukkan inflasi tetap moderat dengan headline CPI 2,4% dan core CPI 2,5% bank sentral AS tidak hanya melihat CPI, tetapi juga lebih fokus pada PCE, ukuran inflasi yang menjadi acuan resmi The Fed. Data resmi juga menunjukkan laporan PCE berikutnya dijadwalkan rilis 13 Maret 2026, sehingga pasar masih menunggu konfirmasi apakah tren pelemahan inflasi benar-benar berlanjut.
Di saat yang sama, situasi geopolitik dan kenaikan harga energi membuat sikap The Fed menjadi lebih waspada. Reuters melaporkan lonjakan harga bensin akibat perang telah ikut mendorong CPI Februari, sementara para ekonom menilai risiko berikutnya justru datang dari harga energi yang bisa menular ke harga barang dan jasa lain. Karena itu, meski inflasi inti terlihat melambat secara bulanan, The Fed kemungkinan belum ingin terburu-buru mengubah arah kebijakan.
Untuk saat ini, skenario yang paling masuk akal adalah The Fed menahan suku bunga dalam waktu dekat sambil menunggu data berikutnya, terutama PCE dan perkembangan harga energi. Jadwal resmi The Fed menunjukkan rapat FOMC berikutnya berlangsung pada 17–18 Maret 2026 dan 28–29 April 2026. Perlu dicatat juga, ketua The Fed saat ini masih Jerome Powell, bukan Kevin Warsh; jadi pandangan soal pemangkasan suku bunga di bawah ketua baru sebaiknya dibaca sebagai spekulasi atau pandangan analis, bukan kondisi saat ini.
Dampaknya, ekonomi AS mendapat sinyal bahwa inflasi belum memburuk, tetapi juga belum cukup aman untuk membuka jalan penurunan suku bunga cepat. Bagi dolar AS, sikap wait-and-see dari The Fed cenderung menjaga dolar tetap kuat atau setidaknya tidak mudah melemah. Sementara untuk emas, kondisi ini bisa menjadi tekanan karena suku bunga yang tinggi lebih lama, dolar yang stabil, dan risiko energi yang mendorong inflasi biasanya membatasi ruang kenaikan logam mulia. Jadi, pasar saat ini melihat The Fed masih berada di posisi hati-hati: belum panik terhadap inflasi, tetapi juga belum cukup yakin untuk segera melonggarkan kebijakan.(Cp)
Sumber: Newsmaker.id