Trump Tegaskan AS Belum Selesai dengan Iran
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan bahwa Washington belum selesai dengan Iran. Pernyataan ini disampaikan dalam konferensi pers di Gedung Putih pada Selasa, di tengah meningkatnya eskalasi konflik kedua negara.
Trump mengatakan AS masih dapat memperluas operasi militernya terhadap Iran. Salah satu opsi yang disebut adalah serangan terhadap situs bawah tanah Pickaxe Mountain, yang dinilai menjadi bagian penting dalam strategi militer Iran.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa peluang eskalasi masih terbuka lebar. Trump juga menolak kemungkinan negosiasi dalam waktu dekat, meski sebelumnya sempat muncul sinyal dari mediator untuk meredakan konflik.
Selain itu, Trump menegaskan bahwa blokade terhadap Iran akan tetap diberlakukan. Sikap ini memperkuat posisi keras Washington, terutama setelah serangan-serangan terbaru yang menambah ketegangan di kawasan Teluk dan Selat Hormuz.
Dampaknya ke market, pernyataan Trump berpotensi kembali mengangkat premi risiko geopolitik. Harga minyak bisa terdorong naik jika pasar melihat risiko pasokan dari Timur Tengah semakin besar, dolar AS dapat menguat sebagai aset safe haven, sementara emas berpeluang mendapat dukungan dari ketidakpastian perang.
Terkait emas, pelaku pasar perlu mengantisipasi lonjakan volatilitas. Pernyataan Trump dapat menjaga permintaan safe haven, tetapi kenaikan harga minyak juga berisiko memicu inflasi dan memperkuat ekspektasi suku bunga tinggi The Fed. Selama emas bertahan di atas US$4.040, peluang uji US$4.070–US$4.100 masih terbuka. Namun, jika kembali turun di bawah US$4.025, tekanan ke area US$4.000 bisa muncul lagi. (yds)
Sumber: Newsmaker.id