• Wed, Jul 22, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

21 July 2026 19:35  |

Data ADP Mingguan Kembali Melemah, Peluang Kebijakan The Fed Melunak

Newsmaker.id - Pertumbuhan lapangan kerja sektor swasta Amerika Serikat kembali melambat pada awal Juli. Laporan ADP Weekly Employment Change yang dirilis Selasa, 21 Juli 2026, menunjukkan perusahaan swasta menambah rata-rata 16.500 pekerjaan per pekan selama empat pekan yang berakhir pada 4 Juli. Angka tersebut turun dari 19.750 pekerjaan pada periode sebelumnya.

Penurunan tersebut menandai perlambatan perekrutan selama empat pekan berturut-turut. Sejak mencapai 40.750 pekerjaan per pekan pada awal Mei, tren penambahan tenaga kerja terus kehilangan momentum. Data terbaru menunjukkan pertumbuhan mingguan turun sekitar 3.250 pekerjaan atau 16,5% dibandingkan periode sebelumnya.

ADP Weekly atau NER Pulse merupakan estimasi awal perubahan tenaga kerja swasta berdasarkan rata-rata bergerak empat pekan yang telah disesuaikan secara musiman. Data ini memiliki jeda sekitar dua pekan dan masih dapat direvisi setelah informasi penggajian yang lebih lengkap tersedia. Karena itu, laporan tersebut lebih tepat digunakan untuk membaca arah pasar tenaga kerja daripada sebagai pengganti laporan Nonfarm Payrolls.

Pelemahan data mingguan sejalan dengan laporan ADP bulanan yang menunjukkan perusahaan swasta hanya menambah 98.000 pekerjaan pada Juni, turun dari 122.000 pada Mei. Rangkaian data tersebut memperkuat indikasi bahwa pasar tenaga kerja AS masih tumbuh, tetapi kecepatannya semakin lambat. Kondisi ini dapat membuat Federal Reserve lebih berhati-hati apabila mempertimbangkan kebijakan suku bunga yang lebih ketat.

Dampak terhadap Pasar :

Dolar AS: Data yang lebih lemah cenderung negatif bagi dolar karena mengurangi keyakinan bahwa perekonomian AS cukup kuat untuk menahan suku bunga tinggi lebih lama.

Emas: Berpotensi mendapatkan dukungan apabila pelemahan tenaga kerja menurunkan imbal hasil Treasury dan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed.

Obligasi AS: Harga obligasi berpeluang naik dan yield turun karena pasar dapat meningkatkan ekspektasi kebijakan moneter yang lebih longgar.

Pasar saham: Dampaknya dapat beragam. Harapan terhadap kebijakan The Fed yang lebih lunak bisa mendukung saham, tetapi perlambatan perekrutan juga dapat memunculkan kekhawatiran terhadap konsumsi dan pertumbuhan ekonomi.

Kesimpulan: Data ADP malam ini memberikan sentimen bearish terbatas bagi dolar AS dan bullish terbatas bagi emas. Namun, pengaruhnya dapat tertahan karena laporan ini merupakan data awal tanpa perkiraan konsensus dan masih berpotensi direvisi.(CP)

Related News

GLOBAL ECONOMY

Trump Berjanji untuk 'Segera' Bernegosiasi untuk Mengakhiri ...

Presiden Donald Trump mengumumkan pada hari Rabu bahwa ia dan pemimpin Rusia sepakat melalui panggilan telepon untuk "segera"...

13 February 2025 12:25
GLOBAL ECONOMY

Nonfarm Payrolls AS Naik 143.000 Pada Januari Vs. 170.000 Ya...

Nonfarm Payrolls (NFP) di AS naik 143.000 pada Januari, Biro Statistik Tenaga Kerja AS (BLS) melaporkan pada hari Jumat. Angk...

7 February 2025 20:40
GLOBAL ECONOMY

Kanada Akan Mengumumkan Tarif Balasan Senilai C$29,8 Miliar ...

Kanada akan mengumumkan tarif balasan senilai C$29,8 miliar terhadap Amerika Serikat pada hari Rabu (12/3) sebagai tanggapan ...

12 March 2025 18:54
GLOBAL ECONOMY

Tiongkok Tegaskan AS Harus Membatalkan Tarif Sebelum Pembica...

Beijing menegaskan kembali seruannya kepada AS untuk membatalkan tarif sepihak terhadap Tiongkok, menggarisbawahi kebuntuan a...

8 May 2025 16:16
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai