Iran Hentikan Negosiasi, Ancaman Tutup Selat Hormuz
Iran dilaporkan menghentikan pertukaran pesan (dokumen) dengan Amerika Serikat melalui mediator sebagai respons atas pelanggaran gencatan senjata, khususnya serangan militer Israel terhadap milisi Hezbollah di Lebanon, menurut Tasnim News Agency. Tehran menegaskan bahwa tidak akan ada dialog sampai Israel sepenuhnya menarik pasukannya dan menghentikan serangan di Lebanon dan Gaza.
Lebih lanjut, Iran dan front perlawanan menyatakan akan menutup sepenuhnya Selat Hormuz dan mengaktifkan jalur alternatif, termasuk Bab al-Mandeb, sebagai bentuk balasan terhadap Israel dan sekutunya. Langkah ini memicu ketegangan di pasar energi global.
Reaksi pasar langsung terlihat pada harga minyak, dengan WTI melonjak lebih dari 5% ke sekitar $91 per barel, mencerminkan kekhawatiran investor akan gangguan pasokan global melalui jalur vital ini. Kenaikan harga minyak bertepatan dengan ketidakpastian diplomatik yang meningkat, seiring upaya perdamaian yang sudah berjalan empat bulan kembali terganggu.
Presiden AS Donald Trump sebelumnya menyatakan bahwa ia akan memutuskan kesepakatan dengan Iran untuk menahan konflik, namun pertemuan di White House Situation Room berakhir tanpa keputusan final. Dalam beberapa hari terakhir, AS dan Iran kembali melakukan serangan satu sama lain, memperburuk gencatan senjata yang sebelumnya rapuh.
White House dan Komando Pusat AS belum memberikan tanggapan resmi atas laporan tersebut, sementara investor terus memantau perkembangan untuk menilai dampaknya terhadap harga minyak, stabilitas regional, dan pasar keuangan global.(yds)*
Sumber: newsmaker.id