• Tue, Jun 2, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

1 June 2026 19:46  |

Ketegangan Memanas Serangan Militer AS dan Iran di Teluk Persia

Militer Amerika Serikat menembakkan serangan terhadap target militer di Iran selatan selama akhir pekan, menargetkan situs radar, pusat komando, dan kendali drone di Goruk dan Pulau Qeshm. Serangan ini dilakukan sebagai tanggapan terhadap tindakan agresif Iran, termasuk penembakan jatuh sebuah drone militer AS di atas perairan internasional. Komando Pusat AS menyatakan bahwa serangan ini merupakan putaran ketiga dalam seminggu terakhir dan menegaskan bahwa tidak ada korban AS dalam insiden terbaru.

Kurang dari satu jam setelah serangan AS, Korps Garda Revolusi Islam Iran membalas dengan menargetkan pangkalan militer yang diyakini sebagai asal serangan Amerika. Garda Revolusi menegaskan bahwa mereka akan merespons secara berbeda jika serangan semacam itu diulang, sementara pejabat Iran menekankan bahwa langkah ini adalah pembalasan atas serangan menara komunikasi di wilayah selatan.

Senin malam, Komando Pusat AS melaporkan telah mencegat dua rudal balistik Iran yang menargetkan pasukan Amerika di Kuwait. Tidak ada korban jiwa, namun insiden ini memperlihatkan eskalasi risiko bagi pasukan AS dan sekutu di wilayah Teluk, serta menambah tekanan pada negosiasi damai yang tengah berlangsung antara Washington dan Teheran.

Serangan-serangan ini berpotensi mempersulit kesepakatan AS-Iran yang tengah digodok, termasuk rencana kerangka kerja untuk mengakhiri perang dan membuka kembali Selat Hormuz. Dalam beberapa minggu terakhir, serangkaian aksi militer Iran, termasuk peluncuran drone dan kapal ranjau, telah memicu serangan balasan AS, mencerminkan pola eskalasi timbal balik yang kompleks di Teluk Persia.

Para analis mencatat bahwa meskipun kedua pihak berusaha menjaga negosiasi diplomatik, aksi militer terbaru menegaskan bahwa risiko konfrontasi tetap tinggi. Pasar energi dan pengiriman minyak global tetap waspada, karena Selat Hormuz, jalur vital bagi hampir 20% pasokan energi dunia, menjadi titik fokus utama konflik.(gn)

Sumber: Newsmaker.id

Related News

GLOBAL ECONOMY

Trump Berjanji untuk 'Segera' Bernegosiasi untuk Mengakhiri ...

Presiden Donald Trump mengumumkan pada hari Rabu bahwa ia dan pemimpin Rusia sepakat melalui panggilan telepon untuk "segera"...

13 February 2025 12:25
GLOBAL ECONOMY

Nonfarm Payrolls AS Naik 143.000 Pada Januari Vs. 170.000 Ya...

Nonfarm Payrolls (NFP) di AS naik 143.000 pada Januari, Biro Statistik Tenaga Kerja AS (BLS) melaporkan pada hari Jumat. Angk...

7 February 2025 20:40
GLOBAL ECONOMY

Kanada Akan Mengumumkan Tarif Balasan Senilai C$29,8 Miliar ...

Kanada akan mengumumkan tarif balasan senilai C$29,8 miliar terhadap Amerika Serikat pada hari Rabu (12/3) sebagai tanggapan ...

12 March 2025 18:54
GLOBAL ECONOMY

Tiongkok Tegaskan AS Harus Membatalkan Tarif Sebelum Pembica...

Beijing menegaskan kembali seruannya kepada AS untuk membatalkan tarif sepihak terhadap Tiongkok, menggarisbawahi kebuntuan a...

8 May 2025 16:16
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai