Core PCE AS Melandai, Dolar Mulai Tertekan
Inflasi inti Amerika Serikat menunjukkan tanda mereda setelah Core PCE Price Index secara bulanan naik 0,2%, lebih rendah dibandingkan perkiraan pasar sebesar 0,3% dan angka sebelumnya 0,3%. Data ini menjadi perhatian utama investor karena Core PCE merupakan salah satu indikator inflasi yang paling diperhatikan Federal Reserve dalam menentukan arah kebijakan suku bunga.
Angka yang lebih rendah dari perkiraan memberi sinyal bahwa tekanan harga inti mulai melambat. Bagi pasar, kondisi ini dapat mengurangi kekhawatiran bahwa The Fed harus mempertahankan sikap terlalu agresif dalam waktu dekat. Meski begitu, inflasi secara keseluruhan masih perlu dipantau karena harga energi dan risiko geopolitik masih dapat kembali mendorong tekanan harga.
Dari sisi market, data Core PCE yang lebih rendah berpotensi menekan dolar AS apabila investor kembali memperkirakan peluang kebijakan The Fed yang lebih longgar. Penurunan ekspektasi suku bunga tinggi biasanya juga dapat membantu emas, karena melemahnya dolar dan imbal hasil obligasi membuat logam mulia menjadi lebih menarik.
Namun, pasar kemungkinan tetap berhati-hati. Selama inflasi tahunan masih berada di atas target The Fed dan pasar tenaga kerja AS belum melemah signifikan, bank sentral AS kemungkinan belum akan terburu-buru memberi sinyal pemangkasan suku bunga. Karena itu, fokus berikutnya akan tertuju pada data tenaga kerja, harga energi, dan komentar pejabat The Fed.(CP)
Sumber: Newsmaker.id