• Tue, May 26, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

25 May 2026 17:03  |

Konflik Iran Memasuki Babak Negosiasi

Investor menerima kabar bahwa Amerika Serikat dan Iran telah mencapai sebuah kerangka kesepakatan yang dapat mengakhiri konflik lebih dari dua bulan, meski rincian penting — termasuk pengelolaan Selat Hormuz — belum ditetapkan. Pada sesi perdagangan terbaru, harga minyak Brent turun di bawah $100 per barel, mencerminkan sentimen positif pasar atas prospek pemulihan aliran energi global.

Laporan mengatakan kesepakatan ini kemungkinan akan mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz, jalur strategis bagi sekitar 20% pasokan minyak dunia, serta penghapusan blokade AS terhadap pelabuhan Iran. Iran menyatakan tidak akan memungut tol untuk kapal yang melintasi selat tersebut, meskipun layanan yang diberikan tetap dapat dikenakan biaya. Langkah ini bisa mengurangi risiko premium pasokan yang sempat melonjak akibat konflik yang membatasi lalu lintas tanker.

Selain aspek logistik, draft kesepakatan juga mencakup komitmen Iran untuk tidak mengembangkan senjata nuklir dan memasuki negosiasi lanjutan terkait pengayaan uranium. Meski Iran menolak menyerahkan stoknya, komitmen ini dipandang sebagai landasan penting bagi pemulihan hubungan ekonomi dan energi di kawasan.

Namun, Presiden Donald Trump mengingatkan bahwa blokade AS di pelabuhan Iran akan tetap berlaku sampai kesepakatan benar‑benar “dicapai, disahkan, dan ditandatangani.” Pernyataan ini mencerminkan kehati‑hatian pihak AS untuk tidak terburu‑buru, sementara Sekretaris Negara Marco Rubio menegaskan Washington akan mengejar semua jalur diplomatik — tetapi siap opsi lain jika negosiasi gagal.

Respons pasar terhadap berita ini cukup jelas: harga minyak Brent sempat turun lebih dari 5%, sementara indeks saham di Eropa dan Asia mencatat reli karena harapan bahwa negosiasi dapat meredakan ketidakpastian geopolitik dan tekanan inflasi energi. Investor kini tetap waspada terhadap perkembangan selanjutnya, terutama detail tentang bagaimana kesepakatan akan mengatur aliran energi melalui Hormuz dan implikasinya terhadap inflasi global. (Arl)

Sumber : Newsmaker.id

Related News

GLOBAL ECONOMY

Trump Berjanji untuk 'Segera' Bernegosiasi untuk Mengakhiri ...

Presiden Donald Trump mengumumkan pada hari Rabu bahwa ia dan pemimpin Rusia sepakat melalui panggilan telepon untuk "segera"...

13 February 2025 12:25
GLOBAL ECONOMY

Nonfarm Payrolls AS Naik 143.000 Pada Januari Vs. 170.000 Ya...

Nonfarm Payrolls (NFP) di AS naik 143.000 pada Januari, Biro Statistik Tenaga Kerja AS (BLS) melaporkan pada hari Jumat. Angk...

7 February 2025 20:40
GLOBAL ECONOMY

Kanada Akan Mengumumkan Tarif Balasan Senilai C$29,8 Miliar ...

Kanada akan mengumumkan tarif balasan senilai C$29,8 miliar terhadap Amerika Serikat pada hari Rabu (12/3) sebagai tanggapan ...

12 March 2025 18:54
GLOBAL ECONOMY

Tiongkok Tegaskan AS Harus Membatalkan Tarif Sebelum Pembica...

Beijing menegaskan kembali seruannya kepada AS untuk membatalkan tarif sepihak terhadap Tiongkok, menggarisbawahi kebuntuan a...

8 May 2025 16:16
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai