Trump: China Tawarkan Bantuan Soal Iran
Presiden AS Donald Trump memberi sinyal bahwa China bersedia membantu mendorong negosiasi dengan Iran, saat Washington mencari jalur diplomatik untuk mengakhiri perang dan membuka kembali Selat Hormuz. Pernyataan itu muncul ketika sebuah kapal dagang dilaporkan tampak disita di dekat Uni Emirat Arab, menambah ketidakpastian soal kendali di jalur pelayaran strategis tersebut.
Trump, yang sedang bertemu Presiden China Xi Jinping di Beijing, mengatakan Xi menawarkan bantuan—meski belum dikonfirmasi secara eksplisit oleh pihak China. Seorang pejabat Gedung Putih menyatakan Trump dan Xi sepakat Selat Hormuz harus dibuka untuk mendukung arus energi yang lancar, sementara Trump menyebut Xi tidak akan memberikan peralatan militer kepada Iran dan ingin “melihat kesepakatan tercapai.”
Insiden keamanan terbaru datang dari laporan UK Maritime Trade Operations yang menyebut sebuah kapal komersial tampak disita oleh personel tidak berwenang dan dibawa sekitar 38 mil laut dari pantai UEA menuju Iran. Peristiwa ini terjadi ketika jumlah kapal yang melintasi selat tampak meningkat, setelah penutupan efektif sejak akhir Februari mengacaukan pasar energi dan memicu kekurangan pasokan global.
Dari pihak Iran, kantor berita semi-resmi Fars melaporkan sejumlah kapal China akan melintasi selat setelah diskusi dengan Kementerian Luar Negeri China dan akan diizinkan lewat sesuai “protokol manajemen Iran.” Televisi pemerintah Iran juga melaporkan lebih dari 30 kapal telah diizinkan melewati selat sejak Rabu malam, mengutip pejabat angkatan laut Korps Garda Revolusi Islam. Secara terpisah, disebutkan sepuluh kapal yang membawa minyak, bahan bakar, dan gas telah berhasil melintas sejak Minggu, meningkat dibanding beberapa pekan sebelumnya.
AS belum berkomentar mengenai pergerakan kapal melalui titik sempit Teluk Persia dan tetap menolak mencabut blokade terhadap pelabuhan Iran. Gencatan senjata AS–Iran yang berlaku sejak 8 April secara umum bertahan, tetapi negosiasi dilaporkan buntu karena Iran menolak membuka kembali Hormuz tanpa berakhirnya blokade angkatan laut AS, serta menuntut pencairan aset miliaran dolar dan pencabutan sanksi.
Harga minyak pada Kamis relatif stabil, dengan Brent diperdagangkan sekitar US$105 per barel setelah turun 2% pada sesi sebelumnya. Harga minyak disebut telah naik hampir 50% sejak perang dimulai, dan IMF memperingatkan risiko perlambatan pertumbuhan global. Ke depan, pasar akan memantau konsistensi arus kapal di Hormuz, sinyal konkret peran China dalam jalur diplomasi, serta dinamika keamanan di kawasan setelah laporan kemampuan militer Iran dan eskalasi insiden terhadap pelayaran.(gn)
Sumber: Newsmaker.id