Inflasi AS Menguat, The Fed Waspada
Inflasi Amerika Serikat kembali memanas setelah data CPI terbaru menunjukkan tekanan harga masih lebih tinggi dari perkiraan pasar. CPI tahunan naik ke 3,8%, lebih tinggi dari ekspektasi 3,7% dan meningkat tajam dari periode sebelumnya di 3,3%. Data ini memperkuat kekhawatiran bahwa inflasi AS belum sepenuhnya terkendali.
Tekanan inflasi juga terlihat dari Core CPI m/m yang naik 0,4%, melampaui perkiraan 0,3% dan lebih tinggi dari sebelumnya 0,2%. Sementara itu, CPI m/m tercatat 0,6%, sesuai ekspektasi pasar, namun tetap menunjukkan tekanan harga bulanan yang masih kuat meski lebih rendah dari periode sebelumnya 0,9%.
Data inflasi yang lebih panas ini berpotensi memperkuat posisi dolar AS karena pasar menilai The Fed masih memiliki alasan untuk mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama. Ekspektasi pemangkasan suku bunga dapat kembali tertunda apabila inflasi inti terus menunjukkan tekanan, terutama pada sektor jasa dan kebutuhan konsumsi utama.
Bagi pasar keuangan, rilis CPI ini menjadi sinyal kurang bersahabat bagi aset berisiko. Dolar AS berpeluang menguat, yield obligasi AS dapat bergerak naik, sementara emas dan pasangan mata uang seperti EUR/USD berisiko tertekan dalam jangka pendek. Namun, ketegangan geopolitik AS-Iran masih bisa membatasi pelemahan emas karena permintaan safe haven tetap terjaga.(CP)
Sumber: Newsmaker.id