• Fri, Apr 24, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

24 April 2026 19:04  |

Deal Dagang India-AS Tertahan, Risiko Tarif 301 Mengintai

Negosiasi kesepakatan dagang India–Amerika Serikat belum berujung tanda tangan setelah berbulan-bulan pembahasan, dengan konflik Iran yang menyita fokus diplomatik serta putusan pengadilan AS yang melemahkan dasar tarif resiprokal membuka ruang tawar-menawar baru. Tranche pertama yang sempat ditargetkan rampung pertengahan Maret kini kembali mundur, meski delegasi dagang India baru saja menuntaskan kunjungan ke AS tanpa pengumuman final.

Pemerintah India menegaskan kedua pihak masih mengarah pada perjanjian yang “seimbang, saling menguntungkan, dan forward-looking” dengan mempertimbangkan prioritas masing-masing. Namun sejumlah analis menilai keterlambatan berpotensi mahal karena pemerintahan AS akan merampungkan investigasi Section 301 pada Juni, yang dapat memindahkan leverage negosiasi ke Washington.

Tarif menjadi titik sensitif setelah perubahan lanskap kebijakan AS. Tahun lalu AS sempat mengenakan tarif tinggi hingga 50% pada India, sebagian bersifat punitive terkait impor minyak Rusia. Pada awal Februari, tarif tersebut disebut diturunkan menjadi 18% dengan imbalan India menurunkan bea masuk barang AS ke nol, mengalihkan pasokan minyak dari Rusia ke AS dan Venezuela, serta komitmen pembelian produk AS senilai US$500 miliar.

Masalahnya, setelah putusan pengadilan AS yang menyatakan tarif resiprokal Trump “ilegal”, pemerintahan AS kemudian memberlakukan tarif flat 10% untuk seluruh mitra dagang. Kondisi ini membuat India berisiko “membayar lebih mahal” dibanding negara lain jika tetap menerima kerangka kesepakatan yang disusun pada Februari, sehingga New Delhi mendorong negosiatornya mengejar akses preferensial ke pasar AS.

Di sisi lain, waktu menjadi variabel kunci. Mantan pejabat USTR Mark Linscott menilai kesepakatan perlu “disegel” sebelum akhir Mei agar India tidak menghadapi risiko tarif yang lebih tinggi ketika proses Section 301 berakhir. Argumennya, begitu investigasi ditutup, ruang tekan AS untuk menetapkan langkah tarif berbasis temuan dapat meningkat, sementara India kehilangan peluang first-mover advantage.

Energi ikut memperumit kalkulasi. AS menekan India untuk membeli lebih banyak energi Amerika saat New Delhi mencari keamanan pasokan di tengah gangguan Timur Tengah, tetapi manfaatnya dinilai terbatas bagi India karena ongkos angkut tinggi, ketidakcocokan infrastruktur kilang, dan waktu pengiriman yang lebih panjang. Pada saat yang sama, ketergantungan India pada minyak Rusia justru meningkat pada Maret hingga mendekati 50% dari total impor, menegaskan bahwa transisi pasokan tidak mudah dilakukan dalam jangka pendek.

Bagi pasar, inti risikonya bukan sekadar mundurnya jadwal penandatanganan, melainkan potensi perubahan rezim tarif yang menggeser ekspektasi biaya perdagangan India ke AS. Variabel yang perlu dipantau adalah perkembangan jadwal penutupan investigasi Section 301 pada Juni, posisi tarif interim yang ditawarkan Washington, serta negosiasi akses preferensial yang dikejar New Delhi di tengah dinamika geopolitik dan keamanan energi. (gn)

Sumber: Newsmaker.id

Related News

GLOBAL ECONOMY

Trump Berjanji untuk 'Segera' Bernegosiasi untuk Mengakhiri ...

Presiden Donald Trump mengumumkan pada hari Rabu bahwa ia dan pemimpin Rusia sepakat melalui panggilan telepon untuk "segera"...

13 February 2025 12:25
GLOBAL ECONOMY

Nonfarm Payrolls AS Naik 143.000 Pada Januari Vs. 170.000 Ya...

Nonfarm Payrolls (NFP) di AS naik 143.000 pada Januari, Biro Statistik Tenaga Kerja AS (BLS) melaporkan pada hari Jumat. Angk...

7 February 2025 20:40
GLOBAL ECONOMY

Kanada Akan Mengumumkan Tarif Balasan Senilai C$29,8 Miliar ...

Kanada akan mengumumkan tarif balasan senilai C$29,8 miliar terhadap Amerika Serikat pada hari Rabu (12/3) sebagai tanggapan ...

12 March 2025 18:54
GLOBAL ECONOMY

Tiongkok Tegaskan AS Harus Membatalkan Tarif Sebelum Pembica...

Beijing menegaskan kembali seruannya kepada AS untuk membatalkan tarif sepihak terhadap Tiongkok, menggarisbawahi kebuntuan a...

8 May 2025 16:16
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai