Trump Soroti Ekonomi, Investasi Saudi, dan Penurunan Inflasi dalam Pidato Terbaru
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan pidato publik pada Selasa malam waktu AS, dengan fokus utama pada kondisi ekonomi domestik, hubungan investasi internasional, serta dinamika politik menjelang akhir tahun. Dalam pidatonya, Trump menegaskan komitmen pemerintahannya untuk menurunkan harga-harga kebutuhan pokok dan memperkuat investasi di dalam negeri.
Trump menyatakan bahwa harga-harga akan segera turun, menekankan bahwa ekonomi AS berada dalam jalur pemulihan cepat di bawah kepemimpinannya. “Harga sedang turun,” ujar Trump ketika berbicara pada pertemuan pemilik restoran McDonald’s, sembari menyebut bahwa publik beruntung karena ia terpilih sebagai presiden. Pernyataan tersebut dikutip oleh New York Post.
Dalam kesempatan yang sama, Trump juga menanggapi tren penurunan approval rating atau tingkat persetujuan publik terhadap dirinya, namun menyebut bahwa dukungan dari kalangan tertentu justru meningkat. “Tingkat persetujuan menurun, kecuali pada orang-orang pintar,” demikian ungkapnya dalam siaran Reuters.
Pidato malam itu juga menyinggung hubungan ekonomi luar negeri, terutama setelah rangkaian pertemuan dengan Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman (MBS). Trump menegaskan bahwa Arab Saudi berkomitmen menginvestasikan dana bernilai miliaran dolar ke Amerika Serikat, yang disebutnya sebagai kemenangan bagi ekonomi nasional. Informasi ini dilaporkan dalam forum investasi di Washington.
Pengamat ekonomi menilai pernyataan Trump mengenai penurunan harga barang dan peningkatan aliran investasi asing dapat memberikan dukungan positif untuk pasar saham, namun pasar obligasi dan komoditas termasuk emas akan menunggu detail kebijakan konkret terutama terkait inflasi dan pengeluaran pemerintah.
Pidato tersebut muncul di tengah meningkatnya perhatian pasar global terhadap arah kebijakan fiskal AS serta tekanan ekonomi domestik yang masih dihadapi publik, termasuk lonjakan biaya hidup dan ketidakpastian ketenagakerjaan setelah pembatalan laporan pekerjaan bulan Oktober oleh BLS.(mrv)
Sumber : Newsmaker.id