Shutdown AS Hampir Berakhir, Namun Drama Politik Belum Berakhir
Pemerintah Amerika Serikat dilaporkan berada di jalur yang tepat untuk membuka kembali pemerintahan setelah sekelompok senator Demokrat moderat setuju untuk mendukung kesepakatan pendanaan sementara. Rencana tersebut akan membuka kembali beberapa lembaga pemerintah dan memberikan gaji kepada ratusan ribu pegawai federal yang dirumahkan. Namun, kesepakatan ini hanya sementara, karena beberapa lembaga hanya akan menerima dana hingga 30 Januari.
Presiden Donald Trump menyebut tanda-tanda berakhirnya penutupan pemerintah sebagai kabar baik, tetapi prosesnya masih dapat terhambat. Senat akan mengadakan pemungutan suara uji coba pada hari Minggu, yang membutuhkan persetujuan bulat dari semua anggota untuk mempercepat pembukaan kembali pemerintah. Sementara itu, Ketua DPR Mike Johnson mengatakan ia akan memberi anggota parlemen waktu dua hari untuk kembali dan memberikan suara.
Meskipun ada titik terang, jalan menuju kesepakatan penuh masih terjal. Anggota DPR dari Partai Demokrat telah menolak RUU yang tidak akan memperpanjang subsidi Obamacare, sementara Partai Republik menginginkan pendanaan pemerintah hingga akhir September. Para pemimpin Demokrat seperti Hakeem Jeffries telah menegaskan bahwa partai mereka akan menentang RUU Partai Republik di DPR. Penutupan pemerintah terlama dalam sejarah AS telah berlangsung lebih dari 40 hari, merugikan perekonomian sekitar $15 miliar per minggu. Dampaknya sangat luas—mulai dari ribuan karyawan yang tidak digaji, keterlambatan data ekonomi penting, hingga gangguan besar di sektor transportasi menjelang musim liburan. Meskipun sudah terlihat ujungnya, pertempuran politik di Washington tampaknya masih jauh dari selesai. (asd)
Sumber: Newsmaker.id