Rubio Sebut Iran Tak Serius Berdamai
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menuduh Iran tidak serius dalam menjalankan negosiasi damai, saat Washington kembali menyelesaikan serangan malam ke-11 terhadap sejumlah target di Iran.
Dalam pertemuan para menteri luar negeri Asia Tenggara di Filipina, Rubio menegaskan bahwa AS masih terbuka pada solusi diplomatik. Namun, ia menyebut Iran belum menunjukkan komitmen yang sama untuk meredakan konflik.
Rubio juga memperingatkan bahwa Iran tidak boleh memiliki kemampuan untuk mengendalikan arus minyak melalui Selat Hormuz. Menurutnya, jika hal itu dibiarkan, maka dapat menciptakan preseden berbahaya bagi jalur perdagangan global lainnya, termasuk kawasan Laut China Selatan.
Upaya diplomasi sebenarnya masih berjalan. Mediator disebut berusaha menghidupkan kembali kesepakatan sementara antara AS dan Iran, termasuk proposal gencatan senjata selama 10 hari. Namun, Presiden AS Donald Trump justru memberi sinyal pesimistis dengan mengatakan Washington tidak tertarik bertemu Iran dalam waktu dekat.
Di medan konflik, ketegangan terus meningkat. AS kembali menyerang target di Iran, sementara Trump mengancam akan menghantam fasilitas nuklir yang diduga berada di Pickaxe Mountain. Iran membalas dengan memperingatkan bahwa setiap serangan terhadap fasilitas nuklirnya akan memicu perluasan perang secara besar-besaran.
Risiko juga melebar ke jalur energi global. Iran dilaporkan menyerang fasilitas militer AS di Bahrain, Kuwait, dan Yordania, serta tanker di Selat Hormuz. Di sisi lain, Houthi yang didukung Iran mengancam kapal-kapal yang memuat atau membongkar minyak Saudi, sehingga membuka risiko baru di jalur Bab el-Mandeb menuju Laut Merah.
Dampaknya ke market, harga minyak berpotensi tetap tinggi karena risiko gangguan di Selat Hormuz, Bab el-Mandeb, dan Laut Merah semakin besar. Lonjakan minyak dapat memicu kekhawatiran inflasi baru, mendorong ekspektasi suku bunga tinggi, dan mendukung dolar AS. Untuk emas, sentimennya bisa dua arah: konflik mendukung safe haven, tetapi kenaikan dolar dan yield AS dapat membatasi reli XAU/USD.(arl)
Sumber : Newsmaker.id