Aussie Melemah, Pasar Tunggu Data Tenaga Kerja
Dolar Australia melemah terhadap dolar AS pada perdagangan Rabu (22/7) sesi Eropa. AUD/USD bergerak tipis di sekitar level 0,7000, tertinggal dari mata uang utama lainnya karena pasar kembali mencermati lonjakan harga minyak.
Tekanan terhadap AUD muncul setelah risiko pasokan energi global meningkat. Kelompok Houthi yang didukung Iran mengumumkan embargo maritim terhadap Arab Saudi sebagai balasan atas blokade Saudi terhadap pelabuhan dan bandara di wilayah Yaman yang dikuasai Houthi.
Situasi semakin sensitif karena Selat Bab el-Mandeb, jalur penting di selatan Laut Merah, disebut ikut terganggu. Jalur ini memiliki peran besar dalam perdagangan energi global, dengan sekitar 7% energi dunia melewati kawasan tersebut.
Dari dalam negeri, investor menunggu data tenaga kerja Australia untuk Juni yang akan dirilis Kamis. Pasar memperkirakan ekonomi Australia hanya menambah 15 ribu pekerjaan baru, turun jauh dari 40,3 ribu pada Mei, sementara tingkat pengangguran diperkirakan tetap di 4,4%.
Dampaknya ke market, AUD/USD berpotensi tetap tertekan jika harga minyak terus naik dan sentimen risiko memburuk. Namun, jika data tenaga kerja Australia lebih kuat dari perkiraan, AUD bisa mendapat dukungan sementara. Fokus berikutnya ada pada arah kebijakan Reserve Bank of Australia dan data PMI AS yang dapat memengaruhi pergerakan dolar AS.(arl)
Sumber : Newsmaker.id