Hormuz Nyaris Lumpuh, Risiko Energi Melonjak
Lalu lintas kapal yang terlihat melalui Selat Hormuz nyaris berhenti pada perdagangan Senin (20/7). Kondisi ini terjadi setelah Iran menargetkan sejumlah kapal di jalur sempit tersebut, sementara Amerika Serikat terus melanjutkan gelombang serangan terhadap Iran.
Berdasarkan data pelacakan kapal, hanya sedikit kapal yang tampak mencoba melintasi Hormuz. Salah satunya adalah kapal bulk carrier berbendera Kepulauan Marshall yang mematikan transponder saat mendekati selat dari Teluk Persia menuju wilayah dekat Oman.
Ketegangan meningkat setelah Korps Garda Revolusi Islam Iran menyebut ada empat kapal yang mematikan transponder dan mencoba melewati Hormuz melalui rute yang dinilai tidak aman. Media Iran melaporkan dua kapal disebut mengalami insiden dan terhenti setelah mengabaikan peringatan.
UK Maritime Trade Operations juga menerima laporan adanya insiden di barat laut Kumzar, Oman. Sebuah kapal dilaporkan terbakar setelah terkena proyektil tak dikenal, belum berhasil dipadamkan, dan berada dalam kondisi terapung tanpa kendali.
Situasi ini memperbesar kekhawatiran terhadap keamanan kapal yang melintasi Hormuz, terutama kapal yang bergerak dekat pantai Oman dengan transponder dimatikan. Iran sendiri disebut menyetujui rute lain yang berada lebih ke utara, dekat garis pantainya.
Dampaknya ke market, gangguan di Selat Hormuz dapat menekan arus energi global, termasuk minyak dan LNG dari kawasan Teluk Persia. Harga minyak dan gas Eropa sempat melonjak karena pasar khawatir risiko pasokan semakin besar, meski sebagian kenaikan kemudian mulai terpangkas. (arl)
Sumber : Newsmaker.id