Kuwait Dihantam, Teluk Makin Panas
Kuwait kembali menjadi sasaran serangan Iran di tengah meningkatnya ketegangan kawasan Teluk. Empat personel angkatan laut Kuwait dilaporkan terluka dalam gelombang serangan terbaru, saat Amerika Serikat kembali memberlakukan blokade terhadap pelabuhan dan wilayah pesisir Iran.
Kementerian Pertahanan Kuwait menyebut serangan tersebut melibatkan lima rudal jelajah, satu rudal balistik, dan 33 drone. Jumlah proyektil ini menjadi yang terbesar sejak serangan terhadap bandara internasional Kuwait bulan lalu, yang menewaskan satu orang dan melukai lebih dari 60 orang.
Serangan pada Selasa disebut menargetkan sejumlah institusi vital dan fasilitas sipil. Militer Kuwait mengatakan puing-puing jatuh di beberapa lokasi dan menyebabkan kerusakan. Empat personel pertahanan terluka setelah sebuah kapal angkatan laut Kuwait terkena serangan.
Kuwait menjadi salah satu negara Teluk yang paling terdampak sepanjang konflik ini. Pangkalan militer, kilang minyak, kantor pusat Kuwait Petroleum Corp., bandara, hingga infrastruktur penting lainnya beberapa kali menjadi target serangan sejak perang AS-Iran kembali memanas.
Sebelumnya, serangan drone juga menghantam platform pengeboran lepas pantai milik Kuwait Oil Co., menyebabkan kerusakan dan melukai satu pekerja. Sejak AS dan Iran menyepakati gencatan pada April, Kuwait telah menjadi target sedikitnya 16 serangan, dengan jumlah korban lebih besar dibandingkan negara Arab Teluk lainnya.
Dampaknya ke market, serangan terhadap Kuwait menambah risiko baru bagi pasokan energi kawasan Teluk. Jika serangan meluas ke fasilitas minyak dan jalur pelayaran, harga minyak berpotensi tetap tinggi. Kondisi ini bisa kembali memicu kekhawatiran inflasi global, mendukung dolar sebagai safe haven, dan membuat aset berisiko bergerak lebih volatile.(asd)*
Sumber: Newsmaker.id