AS–Iran Pertimbangkan Kesepakatan Baru, Trump Hadapi Tekanan Akhiri Perang
Amerika Serikat dan Iran pada Rabu (6/5) dilaporkan tengah membahas proposal baru untuk mengakhiri perang, di tengah meningkatnya tekanan terhadap Presiden Donald Trump untuk segera menemukan jalan keluar dari konflik yang telah memicu lonjakan harga energi dan melemahkan posisi politiknya. Upaya diplomatik ini muncul setelah eskalasi ketegangan selama beberapa hari terakhir mengguncang pasar global.
Washington disebut telah mengajukan nota kesepahaman satu halaman yang mencakup pembukaan bertahap Selat Hormuz serta pencabutan blokade pelabuhan Iran oleh AS. Negosiasi lebih rinci mengenai program nuklir Iran disebut akan dilakukan pada tahap berikutnya. Namun hingga kini belum ada kesepakatan resmi yang dicapai.
Langkah ini terjadi setelah Trump menghentikan misi singkat AS untuk mengawal kapal komersial melalui Selat Hormuz, jalur vital bagi distribusi minyak dan gas dunia. Situasi tersebut menambah kompleksitas bagi Trump, terutama menjelang pertemuan puncak dengan Presiden China Xi Jinping yang sebelumnya sempat tertunda akibat konflik Timur Tengah.
Di dalam negeri, tekanan politik meningkat seiring jajak pendapat menunjukkan ketidakpuasan publik terhadap perang, hanya beberapa bulan sebelum pemilu paruh waktu. Harga bensin yang melonjak semakin memperburuk sentimen publik, bertentangan dengan janji Trump bahwa biaya energi akan turun ketika konflik berakhir. Pasar saham sempat menguat dan harga minyak turun di bawah level psikologis utama saat investor mencermati perkembangan negosiasi.
Sementara itu, Iran disebut akan menyampaikan tanggapan melalui mediator Pakistan dalam waktu dekat. Di sisi lain, pemerintah Israel menyuarakan kekhawatiran terhadap potensi kesepakatan tersebut. Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menegaskan Israel akan terus menekan Iran hingga program nuklir, rudal, dan jaringan milisi proksinya benar-benar dihentikan, sembari melakukan konsultasi lebih lanjut dengan pejabat AS terkait perkembangan situasi.(mrv)*
Sumber : Newsmaker.id