Gencatan Senjata Sementara Sudah Selesai, Kata Trump
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan bahwa kesepakatan sementara untuk mengakhiri perang dengan Iran sudah “Selesai”. Pernyataan ini muncul setelah Iran melancarkan serangan baru ke pangkalan militer AS di kawasan Teluk.
Ketegangan meningkat setelah Iran menyatakan telah menargetkan situs militer AS di Bahrain dan Kuwait. Serangan itu disebut sebagai balasan atas serangan Amerika terhadap target Iran, yang sebelumnya dilakukan setelah insiden tanker di Selat Hormuz.
Komentar Trump semakin menekan harapan bahwa nota kesepahaman yang ditandatangani pada 17 Juni dapat berkembang menjadi kesepakatan damai permanen. Konflik ini sendiri bermula dari serangan udara AS-Israel terhadap Iran pada 28 Februari.
Dampaknya langsung terasa di pasar global. Harga minyak melonjak tajam karena investor khawatir terhadap keamanan Selat Hormuz, jalur penting bagi pasokan minyak dan gas dunia. Di sisi lain, pasar saham ikut tertekan karena investor kembali menghindari aset berisiko.
Iran mengecam serangan AS sebagai tindakan agresi terang-terangan dan memperingatkan akan memberi respons keras. Ketua Parlemen Iran, Mohammad Baqer Qalibaf, juga menuding Washington melanggar gencatan senjata melalui serangan militer, sanksi minyak baru, dan campur tangan terhadap pengelolaan Selat Hormuz.
Selain faktor militer, tekanan juga datang dari keputusan AS mencabut izin penjualan minyak Iran. Dalam kesepakatan sementara sebelumnya, Iran sempat mendapat izin menjual minyak dan produk petroleum hingga Agustus. Namun, pencabutan izin tersebut membuat hubungan kedua negara semakin memburuk dan meningkatkan risiko gangguan pasokan energi global.
Sumber: Newsmaker.id