Di Bawah Ekspektasi! CPI AS Melambat ke 2,4
Inflasi Amerika Serikat kembali jadi pusat perhatian pasar karena rilis CPI Januari berpotensi mengubah arah ekspektasi suku bunga The Fed. Konsensus ekonom memperkirakan CPI headline naik +0,3% (MoM) dan melambat ke sekitar +2,5% (YoY) dari +2,7% sebelumnya—turun, tapi masih jauh dari kata “aman” karena target inflasi The Fed ada di 2%.
Untuk inflasi inti (core CPI)—yang biasanya lebih “didengar” pasar karena menghapus komponen pangan dan energi—perkiraan mengarah ke +0,3% (MoM) dan +2,5% (YoY) (dari +2,6%). Angka ini penting karena bisa menentukan apakah The Fed punya ruang untuk lebih cepat melunak, atau justru tetap nyaman di mode higher-for-longer.
Walau CPI bukan indikator utama favorit The Fed (mereka lebih fokus ke PCE), rilis CPI sering memicu volatilitas karena langsung mengubah pricing pasar: dari dolar, yield obligasi, sampai emas dan saham. Apalagi setelah data tenaga kerja terbaru yang relatif kuat, pasar jadi lebih sensitif—CPI yang “lebih panas” dari perkiraan bisa bikin narasi pemangkasan suku bunga mundur lagi.
Catatan cepat: ada narasi “CPI Januari 2,4% YoY” beredar di beberapa tempat, tapi sumber arus utama yang paling kredibel pada saat penelusuran ini masih menekankan perkiraan sekitar 2,5% YoY dan laman CPI BLS yang tampil publik masih menampilkan rilis terakhir Desember 2025 (rilis Januari tertera sebagai “Next Release”).(alg)
Sumber: Newsmaker.id