ONS: Ekonomi Inggris Tumbuh di Bawah Ekspektasi
Ekonomi Inggris menutup kuartal IV dengan laju yang lebih lambat dari perkiraan, mempertebal sinyal bahwa momentum pemulihan masih rapuh. Data Kantor Statistik Nasional (ONS) yang dirilis pada hari Kamis (12/2) menunjukkan PDB Inggris naik 0,1% (q/q) pada kuartal keempat, lebih rendah dari konsensus 0,2%, setelah juga hanya tumbuh 0,1% pada kuartal sebelumnya. Secara bulanan, ekonomi hanya naik 0,1% pada Desember, dan poundsterling melemah usai rilis data tersebut.
Performa kuartal terakhir 2025 dinilai mengecewakan karena pertumbuhan tidak merata. Aktivitas sektor jasa — tulang punggung ekonomi Inggris — cenderung stagnan, sementara konstruksi melemah tajam. Sisi yang sedikit menahan kontraksi datang dari industri, yang membaik setelah output pulih dari gangguan yang sempat menekan produksi, termasuk di rantai pasok manufaktur otomotif.
Sorotan terbesar ada pada investasi bisnis yang turun 2,7%, penurunan terdalam sejak 2021. Pelemahan investasi ini mengindikasikan dunia usaha masih “menahan napas” di tengah kombinasi risiko: penyesuaian pajak, ketidakpastian perdagangan global, serta iklim biaya yang belum sepenuhnya jinak. Belanja pada peralatan transportasi disebut menjadi salah satu komponen yang paling menekan.
Dari sisi politik, angka pertumbuhan yang tipis menambah tekanan terhadap pemerintahan Keir Starmer yang sedang diuji oleh isu domestik dan sensitifnya tema biaya hidup. Kondisi ini membuat ruang manuver kebijakan makin sempit: pemerintah butuh menunjukkan hasil ekonomi, namun di saat yang sama dunia usaha dan konsumen masih berhitung sebelum mengambil keputusan besar.
Meski begitu, secara tahunan ekonomi Inggris pada 2025 masih bisa tumbuh 1,3%, melampaui perkiraan sekitar setahun sebelumnya. Ada pula sinyal perbaikan pada beberapa survei sentimen belakangan ini. Namun, prospek ke depan tetap menantang karena pasar menunggu apakah konsumsi dan investasi bisa kembali menguat tanpa memicu tekanan harga baru.
Ke depan, perhatian pasar akan tertuju pada bagaimana Bank of England membaca kombinasi pertumbuhan yang pelan dan dinamika inflasi. Dengan pertumbuhan yang “tipis-tipis” di akhir tahun, narasi utama yang menguat adalah: Inggris masih bergerak maju, tetapi kecepatannya belum cukup untuk memberi rasa aman pada pelaku usaha maupun rumah tangga. (Arl)
Sumber : Newsmaker.id