OPEC+ Naikkan Produksi Bertahap, Risiko Oversupply Bayangi Pasar
Harga minyak dunia bergerak menguat tipis pada perdagangan Senin (8/9), didukung keputusan OPEC+ yang menaikkan produksi dengan laju lebih lambat. Namun, proyeksi surplus pasokan global masih membayangi pasar dan menekan prospek harga ke depan.
Organisasi Negara Pengekspor Minyak dan sekutunya (OPEC+) memutuskan menambah produksi sebesar 137.000 barel per hari mulai Oktober. Keputusan ini dinilai sebagai langkah kompromi: menjaga pangsa pasar tanpa mengguncang harga.
Pasar merespons dengan kenaikan tipis harga. Brent ditutup di kisaran US$66,25 per barel dan WTI di US$62,,59 per barel. “Kenaikan produksi dilakukan lebih hati-hati, mengingat beberapa negara anggota sudah mendekati batas kapasitasnya,” tulis laporan Financial Times.
Meski harga saat ini masih stabil di atas US$60, sejumlah lembaga riset memperingatkan tren pelemahan ke depan. S&P Global Commodity Insights memperkirakan Brent turun ke sekitar US$55 per barel menjelang akhir 2025, sementara EIA bahkan memproyeksikan rata-rata hanya US$58 per barel di kuartal IV dan bisa mencapai US$50 per barel di awal 2026.
Faktor utama penekanan harga adalah potensi surplus produksi global lebih dari 2 juta barel per hari, seiring langkah OPEC+ dan tambahan suplai dari produsen besar lainnya.
Dari sisi permintaan, pertumbuhan global diperkirakan tidak mampu menyerap lonjakan pasokan. Badan Energi Internasional (IEA) memproyeksikan permintaan hanya naik sekitar 680 ribu barel per hari sepanjang 2025, jauh lebih rendah dari tambahan suplai sekitar 2,5 juta barel per hari.
Namun, ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan pembelian agresif China untuk cadangan strategisnya disebut masih berpotensi memberikan penopang harga dalam jangka pendek.
Secara keseluruhan, fundamental minyak mengarah pada tren bearish di sisa tahun ini. Meskipun harga hari ini sedikit menguat, prospek jangka menengah tetap dibayangi risiko oversupply. Dari sisi teknikal, harga Brent saat ini menghadapi resistance kuat di area US$67,00–68,00, sementara support terdekat berada di US$61,50. Selama harga bergerak di bawah US$68,00, tren jangka pendek masih cenderung melemah dengan potensi uji ulang ke zona US$60,00–61,00.(mrv)
Sumber : Newsmaker.id