Emas Tembus US$4.300, NFP Jadi Ujian Terakhir
Harga emas melanjutkan menjelang laporan Nonfarm Payrolls AS. Pada Kamis pagi (6/8), emas spot sempat menyentuh area US$4.302–US$4.303 per troy ons, sebelum bergerak kembali di sekitar US$4.285. Kenaikan ini menandakan momentum pembelian masih kuat, namun level US$4.300 juga menjadi area psikologis yang rawan memicu aksi ambil untung.
Secara fundamental, arah emas masih mendapat dukungan dari rangkaian data tenaga kerja AS yang melemah. Lowongan kerja JOLTS turun menjadi 7,359 juta, sementara ADP hanya mencatat penambahan 44.000 pekerjaan. Komponen tenaga kerja ISM Services juga turun ke 47,4, masuk zona kontraksi. Kombinasi tersebut memberi sinyal bahwa aktivitas jangka panjang mulai kehilangan momentum, meskipun ADP tidak selalu bergerak searah dengan laporan NFP pemerintah.
Konsensus pasar memperkirakan NFP Juli bertambah sekitar 80.000 pekerjaan, setelah hanya tumbuh 57.000 pada Juni, dengan tingkat kemiskinan diperkirakan bertahan di 4,2%. Menurut pandangan Newsmaker, peluang NFP berada di bawah atau tidak jauh dari konteks cukup terbuka karena ADP, JOLTS, dan indeks ketenagakerjaan ISM sama-sama menunjukkan perlambatan. Namun, pasar juga harus memperhatikan tingkat kemiskinan dan pertumbuhan upah karena kedua data tersebut dapat mengubah reaksi awal emas.
Geopolitik memberi efek yang unik bagi emas. Kemajuan pembukaan sebagian Selat Hormuz menekan harga minyak dan meredakan risiko inflasi, sehingga ekspektasi kenaikan bunga The Fed berkurang. Kondisi ini positif bagi emas melalui pelemahan dolar dan penurunan hasil. Di sisi lain, kesepakatan tersebut belum menjamin Hormuz langsung beroperasi normal, sehingga premi aset aman belum sepenuhnya hilang.
Secara teknis, tren jangka pendek masih bullish, tetapi kenaikan yang sangat cepat membuat emas berada dalam kondisi rentan koreksi. Area US$4.300–US$4.310 menjadi perlawanan utama. Penembusan dan penutupan yang kuat di atas area tersebut dapat membuka jalan menuju US$4.330–US$4.350. Sebaliknya, kegagalan mempertahankan US$4.300 berpotensi membawa harga terkoreksi ke US$4.270–US$4.250, lalu dukungan berikutnya di US$4.220–US$4.200.
Analisis Newsmaker: Bias emas menjelang NFP masih positif, tetapi sebagian besar ekspektasi data tenaga kerja yang lemah sudah mulai tercermin dalam harga. NFP di bawah 80.000, penurunan meningkat, dan upah melambat dapat mendorong emas menembus US$4.300 secara lebih meyakinkan. Namun, NFP yang mendekati konteks tetap dapat memicu aksi ambil untung karena emas sudah naik tajam sebelum data keluar. Risiko koreksi akan semakin besar bila NFP berada di atas 100.000, penurunan tidak naik, dan pertumbuhan upah tetap tinggi.(asd)*
Sumber: Newsmaker.id