Emas Nyaris $5.300: Dolar Ambruk, Pasar Waspada The Fed, Tren Bullish Terlihat “Kuat”
Harga emas dunia (XAU/USD) melanjutkan reli ekstrem dan kembali mencetak rekor baru pada perdagangan hari ini. Emas spot menembus $5.200 dan sempat menyentuh area puncak intraday sekitar $5.285/oz, sementara di sejumlah platform harga terlihat menguji zona $5.290 seiring volatilitas meningkat jelang keputusan The Fed.
Katalis utamanya datang dari kejatuhan dolar AS yang sempat menyentuh level terendah hampir empat tahun, membuat emas makin menarik bagi pembeli global karena menjadi relatif lebih “murah” dalam mata uang lain. Reuters juga mencatat reli emas kali ini terjadi di tengah kombinasi ketidakpastian ekonomi dan risiko geopolitik yang menjaga minat safe-haven tetap tinggi.
Dari sisi sentimen domestik AS, tekanan meningkat setelah consumer confidence AS dilaporkan turun ke level terendah lebih dari 11 tahun, menambah kekhawatiran pasar terhadap momentum ekonomi. Di saat yang sama, pasar juga sensitif terhadap isu seputar arah kebijakan The Fed dan persepsi independensinya—yang membuat investor memilih “berteduh” di aset lindung nilai seperti emas.
Secara teknikal, tren emas masih berada dalam struktur bullish tajam (rangkaian higher high–higher low). Lonjakan cepat dari area $5.100 menuju $5.280-an menunjukkan dominasi buyer yang kuat, namun juga meningkatkan risiko pergerakan dua arah (whipsaw) karena pasar sudah “terlalu panas”. Sejumlah indikator teknikal harian pada penyedia data besar menempatkan emas dalam kondisi Strong Buy dengan sinyal momentum yang agresif.
Menjelang arah berikutnya, fokus utama pasar tertuju pada rapat FOMC 27–28 Januari, dengan rilis pernyataan pukul 2:00 PM ET dan konferensi pers 2:30 PM ET hari ini. Jika pesan The Fed terdengar lebih dovish (atau dolar kembali melemah), emas berpeluang melanjutkan pengujian ke zona psikologis 5.300. Namun bila ada kejutan hawkish dan dolar memantul, koreksi cepat tetap sangat mungkin mengingat reli berlangsung sangat curam dalam beberapa sesi terakhir.
Ke depan, sejumlah institusi global menilai reli emas dapat tetap “lengket” selama permintaan aset riil bertahan—bahkan ada proyeksi emas bisa mendekati $6.000 pada 2026 dalam skenario permintaan berkelanjutan dari investor dan bank sentral. Meski begitu, untuk jangka pendek, pasar menilai arah emas akan sangat ditentukan oleh respons dolar dan nada The Fed malam ini: lanjut ngebut bila dolar melemah, atau tarik napas dulu bila dolar rebound.(mrv)
Sumber : Newsmaker.id