• Wed, Jan 28, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Indonesia News Portal for Traders | Financial & Business Updates

28 January 2026 16:19  |

Dolar Terjun Bebas, Euro & Pound Pullback dari Puncak Jelang Fed

Dolar AS kembali melemah pada Rabu (28/1), turun ke level hampir terendah empat tahun, memperpanjang kerugian tajam dari sesi sebelumnya. Pasar kini menahan napas jelang keputusan suku bunga Federal Reserve yang akan diumumkan dalam beberapa jam ke depan. Pada 04:00 ET (09:00 GMT), Dollar Index turun 0,1% ke 96,010, area yang terakhir terlihat pada Februari 2022, setelah anjlok 0,5% pada Selasa.

Tekanan pada dolar meningkat karena dua hal: ketidakpastian kebijakan pemerintahan Presiden Donald Trump dan kekhawatiran pasar soal independensi The Fed. Trader juga dibuat bingung setelah otoritas AS melakukan “rate checks” pada level USD/JPY akhir pekan lalu—aksi yang sering dipandang sebagai sinyal awal intervensi. Komentar Trump yang menepis kekhawatiran pelemahan dolar makin memicu spekulasi: apakah dolar lemah kini menjadi “tujuan” yang dibiarkan terjadi. Analis ING menyebut sikap Trump ini bisa memunculkan kembali pertanyaan besar soal arah kebijakan dolar AS dari Departemen Keuangan.

The Fed sendiri diperkirakan luas akan menahan suku bunga pada pertemuan kali ini. Karena itu, perhatian pasar akan tertuju pada pernyataan Chair Jerome Powell untuk mencari petunjuk kapan pemangkasan suku bunga mungkin dimulai tahun ini. ING menilai, jika The Fed bergeser ke mode “pause” (menahan langkah lanjutan), dolar bisa mendapat sedikit dukungan. Tapi bila dolar tetap ditutup lebih lemah meski imbal hasil AS jangka pendek naik, itu bakal menjadi sinyal momentum bearish dolar yang sangat kuat.

Isu lain yang ikut mengganggu adalah masa jabatan Powell yang disebut berakhir Mei, sementara Trump mengatakan akan segera mengumumkan calon pimpinan The Fed berikutnya. Trump sebelumnya berulang kali mengkritik Powell karena dianggap terlalu lambat menurunkan suku bunga. Kekhawatiran pasar: pergantian ini bisa mengurangi independensi bank sentral.

Di Eropa, pasangan EUR/USD turun 0,4% ke 1,1988, mundur setelah sempat menembus level tertinggi sejak Juni 2021 akibat dolar yang melemah. Investor kini menanti rapat ECB pekan depan, yang diperkirakan menahan suku bunga di 2% untuk pertemuan kelima berturut-turut. Namun, pejabat bank sentral Austria, Martin Kocher, menyebut ECB mungkin perlu mempertimbangkan pemangkasan lagi jika euro terlalu kuat dan menekan inflasi. GBP/USD juga turun 0,4% ke 1,3794, setelah sehari sebelumnya menyentuh level terkuat sejak Oktober 2021.

Di Asia, pasangan USD/JPY naik 0,2% ke 152,58, setelah anjlok tajam pekan ini karena spekulasi intervensi dari Tokyo. Pasar mengamati kemungkinan langkah bersama AS–Jepang untuk meredam pelemahan yen, apalagi setelah PM Sanae Takaichi memperingatkan soal volatilitas yen yang berlebihan. Sementara itu, pasangan USD/CNY turun 0,1% ke 6,9451 (level terendah 31 bulan), sejalan dengan penguatan yuan yang ditopang kebijakan Beijing.

Pasangan AUD/USD turun tipis ke 0,7003 setelah data inflasi Australia lebih panas dari perkiraan, yang mendorong spekulasi RBA bisa menaikkan suku bunga pekan depan.(yds)

Sumber: Newsmaker.id

 

Related News

US DOLLAR

Dollar Sedikit Melemah Setelah Pulih

Dolar memangkas kenaikan hari Senin (12/05), dengan para pedagang tidak yakin bahwa lonjakannya baru-baru ini di balik mereda...

13 May 2025 15:52
US DOLLAR

Dolar Nunggu Sinyal The Fed

Indeks dolar (DXY) bergerak stabil di atas 98 pada Rabu, tapi masih bertahan dekat level terendah dalam lebih dari dua bulan....

17 December 2025 09:14
US DOLLAR

Dolar AS Tutup Tahun Terbaik Sejak 2015 dengan Bias Bullish

Dolar membukukan penurunan moderat pada hari terakhir tahun ini, yang terbaik dalam hampir satu dekade, karena opsi jangka pa...

31 December 2024 17:05
US DOLLAR

Dolar Terus Turun

Indeks dolar jatuh ke 100,3 pada hari Rabu (14/5), semakin merosot dari level tertinggi satu bulan yang dicapai pada hari Sen...

14 May 2025 17:16
BIAS23.com NM23 Ai