Minyak Makin Panas, Bisa Menyentuh ATH?
Harga minyak kembali melonjak setelah Houthi yang didukung Iran menyerang dua tanker Arab Saudi di Laut Merah. Brent bergerak dekat US$99 per barel. Serangan ini membuat pasar khawatir pasokan energi global makin terganggu, apalagi Laut Merah menjadi jalur penting ekspor minyak Saudi untuk menghindari risiko di Selat Hormuz.
Dengan oil sudah bergerak di area US$92 per barel, peluang menuju level psikologis US$100 semakin terbuka. Sentimen utama masih datang dari risiko gangguan pasokan di Laut Merah dan Selat Hormuz. Namun, karena kenaikan sudah cukup agresif, harga minyak juga rawan koreksi jangka pendek jika muncul aksi profit taking atau sinyal diplomasi AS-Iran. Selama bertahan di atas US$96, bias oil masih cenderung bullish.(asd)
Harga Brent pada saat analisis ini dirilis berada di level: $92.56
- Beli jika harga bergerak ke Level: $93.12
- Jual jika harga bergerak ke Level: $84.18
Resistance 2: $94.25
Resistance 1: $93.85
Support 1: $92.04
Support 2: $91.72
Catatan: Artikel ini bersifat analitis dan bukan referensi definitif. Harap pertimbangkan dampak perkembangan fundamental dan teknikal terhadap perdagangan sebelum mengambil keputusan investasi apa pun.
Sumber: Newsmaker.id