Minyak Rebound, Serangan Teluk dan Sanksi AS Kerek Premi Risiko Hormuz
Harga minyak melonjak setelah serangan baru di Teluk Persia dan sanksi terbaru AS menambah tekanan terhadap Iran, sementara perbedaan soal pembukaan Selat Hormuz masih besar. Brent kembali mendekati US$98 per barel setelah turun tajam sehari sebelumnya, dan WTI bergerak di atas US$92, di tengah klaim balasan IRGC serta peringatan pertahanan udara Kuwait yang menegaskan rapuhnya gencatan senjata.
Meski menguat hari ini, minyak masih berisiko mencatat penurunan mingguan kedua karena sebagian pasar masih memegang skenario kesepakatan sementara, namun optimisme “deal cepat” mulai memudar. Data API yang menunjukkan stok minyak AS turun 2,8 juta barel memberi dukungan tambahan, tetapi arah berikutnya tetap sangat bergantung pada headline: eskalasi bisa cepat mengangkat premi risiko, sementara kemajuan nyata pembukaan Hormuz dapat memicu koreksi reli. (asd)
Harga Oil pada Saat Analisis Ini Dirilis berada pada Level $96.71
- Beli jika harga bergerak ke $97.20
- Jual jika harga bergerak ke $96.50
Resistensi 2: $97.54
Resistensi 1: $97.54
Dukungan 1: $96.14
Dukungan 2: $95.44
Perhatian : Artikel ini bersifat analitis dan bukan referensi definitif. Harap mempengaruhi dampak perkembangan fundamental dan teknikal terhadap perdagangan sebelum mengambil keputusan investasi apa pun.
Sumber: Newsmaker.id