Minyak Melemah, Titik Sengketa Iran Masih Menggantung
Harga minyak melemah karena pasar kembali “membeli harapan” bahwa AS dan Iran bisa mencapai kesepakatan damai, meski permusuhan baru masih terjadi. Brent turun mendekati US$98 per barel setelah sempat melonjak hampir 4% pada Selasa, sementara WTI berada di sekitar US$92. Menlu AS Marco Rubio menegaskan kesepakatan kemungkinan masih butuh beberapa hari untuk difinalisasi, di tengah laporan serangan AS dekat selat dan klaim IRGC menembaki sejumlah pesawat AS.
Selat Hormuz sendiri pada praktiknya masih tertutup akibat blokade, sehingga pembukaan penuh dinilai belum menjadi “cerita dekat”. Meski ada sinyal aktivitas mulai bergerak—setidaknya dua supertanker non-Iran keluar dari chokepoint dan sekitar 4 juta barel crude non-sanksi terlihat melintas—pasar menilai pemulihan fisik akan memakan waktu lebih lama. Karena itu, penurunan harga minyak diperkirakan cenderung dangkal dan sementara sampai ada kepastian Hormuz benar-benar terbuka dan arus pelayaran kembali normal. (asd)
Harga Oil pada Saat Analisis Ini Dirilis berada pada Level $97.62
- Beli jika harga bergerak ke $98.57
- Jual jika harga bergerak ke $97.67
Resistensi 2: $97.32
Resistensi 1: $97.99
Dukungan 1: $97.41
Dukungan 2: $97.16
Perhatian : Artikel ini bersifat analitis dan bukan referensi definitif. Harap mempengaruhi dampak perkembangan fundamental dan teknikal terhadap perdagangan sebelum mengambil keputusan investasi apa pun.
Sumber: Newsmaker.id