
Trending

Market Update
Sumber: Newsmaker.id
Wall Street ditutup melemah pada perdagangan Jumat (23/10) setelah aksi jual saham teknologi meluas ke sektor lain. Dow Jones turun 1,2%, S&P 500 melemah 0,5%, dan Nasdaq terkoreksi 0,2%. Tekanan pasar semakin besar setelah harga minyak AS kembali menembus US$100 per barel di tengah meningkatnya kekhawatiran konflik AS-Iran kembali memanas.
Sektor defensif seperti kebutuhan pokok, utilitas, dan kesehatan turut mengalami tekanan. Saham American Express turun lebih dari 3% setelah mengumumkan pemangkasan sekitar 5% tenaga kerja global untuk mempersiapkan perusahaan menghadapi perkembangan AI. Caterpillar dan Goldman Sachs juga melemah dan menambah tekanan terhadap Dow Jones.
Sementara itu, investor masih mencermati kekhawatiran terhadap besarnya pembiayaan utang untuk pembangunan pusat data AI. Yield Treasury AS 10 tahun kembali mendekati 5% setelah sehari sebelumnya turun di bawah level tersebut. Kondisi ini membuat investor semakin memperhatikan dampak kenaikan biaya pinjaman terhadap valuasi perusahaan teknologi.
Harga minyak menjadi tekanan tambahan bagi pasar saham. WTI melonjak 3,8% ke US$103,27 per barel, sedangkan Brent naik 3,1% ke US$116,72, level penutupan tertinggi sejak April. Kenaikan tersebut terjadi setelah muncul laporan mengenai kemungkinan serangan baru AS dan Israel terhadap Iran, sementara Tehran menyatakan siap memberikan perlawanan.
Secara mingguan, S&P 500 turun 0,5% dan Nasdaq melemah 0,7%, sedangkan Dow Jones masih mencatat kenaikan 0,4%. Pergerakan pasar ke depan akan sangat dipengaruhi oleh perkembangan konflik Timur Tengah, harga minyak, arah yield Treasury, serta kemampuan saham teknologi mempertahankan kinerja di tengah kekhawatiran terhadap biaya investasi AI.
Sumber : Newsmaker.id