
Trending

Dolar AS
Sumber: Newsmaker.id
Dolar AS bergerak stabil pada perdagangan Jumat (23/10) setelah sebelumnya melemah ke level terendah sejak awal Oktober. DXY berada di sekitar 101,75, sementara USD/JPY bergerak di 156,78. Yen bertahan kuat setelah mencatat penguatan signifikan akibat meningkatnya permintaan aset safe haven di tengah kekhawatiran terhadap valuasi dan keberlanjutan investasi AI.
Pergerakan saham teknologi yang bergejolak turut mengubah dinamika pasar valuta asing. Kekhawatiran terhadap besarnya investasi AI mendorong investor memperkirakan kebijakan Federal Reserve yang lebih dovish dan menekan yield Treasury. Yield Treasury AS 10 tahun berada di sekitar 4,98%, sementara pasar masih memperkirakan peluang kenaikan suku bunga hingga akhir tahun, meski ekspektasinya mulai menurun.
Yen mendapat tambahan dukungan dari data inflasi Jepang. Inflasi inti konsumen Jepang meningkat menjadi 2,1% pada September secara tahunan, naik dari 1,7% pada Agustus dan kembali berada di atas target 2% Bank of Japan. Kondisi tersebut memberikan ruang bagi ekspektasi bahwa kebijakan moneter Jepang dapat bergerak lebih ketat.
Sementara itu, EUR/USD berada di sekitar 1,1193, melemah 0,2% dan menuju penurunan mingguan sekitar 0,45%. Euro masih berada dalam tekanan setelah gejolak pasar obligasi Prancis meningkatkan premi risiko negara tersebut ke level yang terakhir terlihat saat krisis utang zona euro 2011. Data aktivitas bisnis Prancis yang secara tak terduga mengalami kontraksi pada Oktober turut menambah tekanan.
Di pasar safe haven, CHF/USD atau pergerakan franc terhadap dolar juga menjadi perhatian setelah franc Swiss sempat menyentuh level tertinggi satu bulan pada Kamis sebelum terkoreksi 0,2% pada Jumat. Sementara itu, Brent berada di atas US$116 per barel setelah melonjak akibat serangan terhadap Arab Saudi yang meningkatkan kekhawatiran gangguan pasokan energi.
Perhatian pasar kini tertuju pada triple-header bank sentral pekan depan. The Fed akan mengambil keputusan pada 28 Oktober, disusul ECB pada 29 Oktober dan BoJ pada 30 Oktober. Investor akan mencermati keputusan serta pernyataan ketiga bank sentral untuk mencari petunjuk mengenai arah suku bunga di tengah inflasi, harga energi, dan ketidakpastian ekonomi global.
Sumber : Newsmaker.id