
Trending

Market Update
Sumber: Newsmaker.id
Bursa saham Amerika Serikat ditutup bervariasi pada perdagangan Jumat (18/9), dengan investor masih mencermati arah kebijakan suku bunga Federal Reserve setelah keputusan kenaikan bunga pekan ini. Indeks Dow Jones Industrial Average melemah 0,19%, sementara S&P 500 naik 0,16% dan Nasdaq Composite menguat 0,40% berkat dukungan dari sektor teknologi dan saham berbasis inovasi.
Penguatan Wall Street ditopang oleh kinerja positif sektor teknologi, industri, dan telekomunikasi yang membantu mengimbangi tekanan dari sektor utilitas, material dasar, dan barang konsumsi. Investor mulai kembali masuk ke saham pertumbuhan setelah tekanan akibat kenaikan yield Treasury mulai mereda dibandingkan respons awal pasca keputusan The Fed.
Di indeks Dow Jones, saham Amgen menjadi salah satu penguat terbesar dengan kenaikan 1,55%, disusul Caterpillar yang naik 1,30%. Saham teknologi NVIDIA juga mencatat penguatan 1,24% seiring minat investor terhadap sektor kecerdasan buatan (AI) yang masih menjadi tema utama pasar.
Namun, tidak seluruh saham bergerak positif. IBM menjadi salah satu pemberat utama Dow Jones setelah turun 3,45%, sementara Walt Disney melemah 2,54% dan Nike turun 2,34%. Tekanan terhadap sejumlah saham mencerminkan investor yang masih selektif di tengah ketidakpastian ekonomi dan suku bunga tinggi.
Di indeks S&P 500, saham sektor semikonduktor kembali menjadi perhatian. Lam Research melonjak 6,98%, diikuti Seagate Technology yang naik 6,93% dan Applied Materials menguat 6,51%. Kinerja positif saham chip menunjukkan optimisme investor terhadap prospek permintaan teknologi, terutama terkait perkembangan AI dan infrastruktur data.
Analisis Newsmaker: Pergerakan Wall Street hari ini menunjukkan pasar mulai melakukan penyesuaian setelah kejutan dari keputusan The Fed. Meskipun suku bunga masih berada di level tinggi dan risiko kenaikan tambahan tetap ada, minat terhadap saham teknologi kembali meningkat karena investor melihat peluang pertumbuhan jangka panjang. Ke depan, arah pasar akan sangat bergantung pada data ekonomi AS serta perkembangan yield Treasury yang menjadi penentu valuasi saham.
Sumber: Newsmaker.id