
Trending

Market Update
Sumber: Newsmaker.id
Wall Street melemah pada perdagangan Rabu(14/10) setelah data inflasi Amerika Serikat September lebih tinggi dari perkiraan dan mendorong kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS. S&P 500 turun 0,6%, Nasdaq Composite melemah 0,8%, sementara Dow Jones Industrial Average turun 32 poin atau 0,1%, dengan kenaikan saham UnitedHealth dan Amgen membantu menahan pelemahan indeks.
Indeks Harga Konsumen (IHK) naik 0,6% secara bulanan dan 3,7% secara tahunan, dibandingkan perkiraan tahunan sebesar 3,6%. Sementara itu, inflasi inti naik 0,3% secara bulanan dan 2,6% secara tahunan, juga sedikit di atas proyeksi pasar. Data tersebut kembali meningkatkan kekhawatiran bahwa tekanan inflasi AS masih cukup kuat.
Yield Treasury langsung melonjak setelah laporan inflasi dirilis. Yield tenor 10 tahun naik lebih dari 7 basis poin menjadi 5,293%, sedangkan tenor 30 tahun naik lebih dari 4 basis poin menjadi 5,609%. Kenaikan yield memperkuat ekspektasi suku bunga tinggi lebih lama dan memberikan tekanan terhadap valuasi saham, terutama sektor teknologi.
Tekanan pasar juga diperparah oleh tingginya harga energi. Harga bensin AS masih jauh di atas tahun sebelumnya, sementara kontrak WTI naik sekitar 1% ke kisaran US$95 per barel. Harga energi yang tetap tinggi berpotensi menjaga tekanan inflasi dan mempersempit ruang Federal Reserve untuk melonggarkan kebijakan moneter.
Di tingkat saham, Bank of America turun 7%, sementara Morgan Stanley melemah hampir 2% meski kinerjanya melampaui ekspektasi. Saham semikonduktor juga kembali tertekan, dengan Micron Technology turun 1%, AMD melemah 3%, serta Intel dan Sandisk masing-masing turun sekitar 2%. Investor kini semakin berhati-hati karena kombinasi inflasi tinggi, yield yang meningkat, dan ekspektasi laba yang sudah mahal menjadi tantangan utama bagi Wall Street.