
Trending

usdjpy
Sumber: Newsmaker.id
Yen Jepang bergerak relatif datar terhadap dolar AS pada perdagangan Rabu (14/10), dengan pasangan USD/JPY bertahan di bawah level 158,50, yang menjadi area Simple Moving Average (SMA) 200 hari. Pergerakan pasangan mata uang tersebut masih terbatas di atas 158,00 karena investor memilih bersikap wait and see menjelang rilis data inflasi konsumen Amerika Serikat.
CPI AS menjadi perhatian utama karena dapat memberikan petunjuk mengenai waktu kenaikan suku bunga Federal Reserve berikutnya. Inflasi utama AS diperkirakan meningkat menjadi 3,6% secara tahunan pada September, dari 3,4% pada Agustus, sementara inflasi inti diproyeksikan naik menjadi 2,5% dari 2,4%.
Jika hasil CPI tidak memberikan kejutan besar, data tersebut berpotensi memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed pada Desember. Pasar juga masih memperkirakan adanya peluang kenaikan suku bunga lanjutan pada tahun berikutnya. Namun, Presiden The Fed New York John Williams sebelumnya mengatakan bahwa dirinya tidak melihat kebutuhan untuk pengetatan moneter lebih lanjut pada 2027.
Di sisi Jepang, yen masih menghadapi tekanan setelah data Producer Price Index (PPI) Jepang berada di bawah ekspektasi. Pernyataan pejabat Bank of Japan (BoJ) juga mengindikasikan bahwa kebijakan moneter kemungkinan tetap dipertahankan pada pertemuan Oktober. Gubernur BoJ Kazuho Ueda menegaskan pentingnya menjaga inflasi di sekitar target 2%, tetapi belum memberikan sinyal mengenai kapan kenaikan suku bunga berikutnya akan dilakukan.
Analisis Newsmaker: USD/JPY masih memiliki ruang untuk bergerak tinggi selama perbedaan arah kebijakan The Fed dan BoJ tetap melebar. CPI AS menjadi katalis terdekat yang dapat menentukan apakah dolar kembali mendapatkan momentum atau justru melemah dan memberikan ruang bagi yen untuk rebound. Jika inflasi AS lebih tinggi dari perkiraan, tekanan terhadap yen berpotensi meningkat, sementara CPI yang lebih rendah dapat membuka peluang koreksi pada USD/JPY.
Sumber : Newsmaker.id